Pembantaian Pengungsi oleh Houtsi di Sanaa: Dunia Membisu

  • 17 Maret 2021
  • 1,625 view
Pembantaian Pengungsi oleh Houtsi di Sanaa: Dunia Membisu

Di saat keadaan sejumlah pengungsi Ethiopia dan Somalia tidak jelas nasibnya saat kebakaran melanda lokasi penjara pengungsi di ibu kota Yaman, Sana’a, dunia membisu.

Menteri Informasi Yaman, sejak Rabu (16/3) lalu, menegaskan kembali keheranannya atas diamnya dunia tentang pembantaian mengerikan yang dilakukan milisi Houtsi.

Melalui cuitannya di akun Twitter-nya, Muammar al-Eryani mengatakan: “Kami heran dengan keheningan komunitas internasional dan organisasi Hak Asasi Manusia dan badan pengungsi terhadap pembantaian yang dilakukan oleh milisi Houtsi.

Ratusan pengungsi Afrika terbunuh dan semuanya gagal untuk mengutuk kejahatan. Ini memberikan lebih dari sekedar tanda tanya dan mendorong milisi untuk terus melakukan kejahatannya!”

al-Eryani juga mengkonfirmasi bahwa kejahatan mengerikan ini membuka lagi catatan salah satu kejahatan paling serius, genosida, yang dilakukan oleh Houtsi dukungan Iran.

Mernrut al-Eryani, mereka dengan sengaja mengeksekusi pengungsi dengan darah dingin setelah menangkap dan memberi mereka pilihan untuk ikut bertempur melawan Saudi atau ditahan.

Adegan Mengerikan… Mayat Hangus
Dalam sebuah rekaman video, seseorang di dalam pusat penahanan terjebak dalam kobaran yang menyebar selama beberapa jam terakhir, sementara suara sejumlah tahanan, meminta bantuan.

Video yang beredar yang ditayangkan di Al-Arabiya.net, menunjukkan mayat hangus di tanah.

Dituang Bensin
Salah seorang pengungsi yang selamat, mengungkapkan kepada media lokal bahwa para pengungsi yang ditahan meminta dideportasi atau dibebaskan segera.

Para pengungsi mulai mogok makan dalam beberapa hari, sementara seorang komandan militer Houtsi mengancam mereka untuk mengakhiri mogok makan atau akan dipukuli.

Dia juga menjelaskan bahwa, “ketika komandan militer Houtsi menyerang para tahanan, para pengungsi melawan untuk membela diri. Kemudian milisi Houtsi menuangkan bensin dan melemparkan bom ke dalam penjara.”

Organisasi Pengungsi Internasional UNHCR sebelumnya mengumumkan kematian sejumlah imigran Afrika akibat kebakaran yang terjadi di pusat tahanan di ibu kota Yaman.

Dalam pernyataan persnya, pihhaknya tidak dapat mengakses korban yang terluka karena peningkatan keamanan di rumah sakit oleh milisi Houthi paska insiden mematikan tersebut.

“Ini adalah salah satu dari sekian bahaya yang dihadapi oleh para imigran selama enam tahun terakhir krisis di Yaman,” tutup UNHCR. alhadath

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait