Ketika Nama Jalan Istanbul di Riyadh Diganti dan Tanda Akhir Zaman

  • 18 Maret 2021
  • 2,268 views
Ketika Nama Jalan Istanbul di Riyadh Diganti dan Tanda Akhir Zaman

Dua hari lalu Pemerintah Kota Riyadh mengumumkan pergantian nama jalan “Istanbul” menjadi jalan “Amir Muhammad bin Abdurrahman bin Abulaziz.”

Tempo hari, juga di kota Riyadh, nama Jalan Sulaeman Al-Qonuni, salah satu sultan era Ottaman, juga diganti. Beragam tanggapan dari netizen mengomentari pergantian nama jalan tersebut.

BACA: Sulaiman Al-Qanuni: Siapa Sultan Utsmani yang Namanya Sebagai Jalan Diganti di Riyadh?

Di antara tanggapan yang paling pedas dari akun @aziz_mugaiteeb, seorang Engineer and a Theorist. Dia menulis:

علموا أطفالكم هذا الحديث: روى الطبراني في”المعجم الكبير”(10389) من حديث ابن مسعود ورواه أيضا (882) من حديث معاوية بن أبي سفيان وحسنه الألباني في “صحيح أبي داود” وروى البخاري (2928) ومسلم (2912) عن أبي هُريرة قال ﷺ( لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا الترك)

“Ajari anak-anak kalian sebuah hadits di “Al-Mu’jam al-Kabir” (10389) dari hadits Ibn Mas’udd (882) dan diriwayatkan juga dari hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Hadits tersebut dihasankan oleh Al-Bani dalam “Shahih Abu Daud,” diriwayatkan al-Bukhari (2928) dan Muslim (2912), dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turki.”

Tetapi netizen lainnya membantah bahwa hadits di atas bukan negeri Turki yang saat ini, tetapi Tartar dan Monggol dan sudah terjadi di pertengahan abad ke-7 Hijriyah lalu (syarh di dorar.net).

Aziz Mugaiteeb kemudian menshare ceramah Syaikh Utsman al-Khamis untuk merujuk siapa yang dimaksud bangsa Turk tersebut, yaitu negara di Asia Tengah dan sekitarnya.

Secara eksplisit Syaikh Utsman menyebukan Turki, Chech, Kazakhstan dan sekitarnya.

Tanda-tanda Kiamat
Hadits-hadits terkait alamatus sa’ah (tanda-tanda kiamat) selalu menarik dikaji. Oleh karenanya membutuhkan penjelasan (syarh) dari ahlinya, agar tidak serampangan memahaminya.

Seperti halnya hadits yang sering dibawa oleh peramal berkedok Ustadz, ketika menukil hadits:

 “Kalian akan memerangi jazirah arab lalu Allah menaklukkannya, setelah itu Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, selanjutnya kalian memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya.” (HR Muslim 5161).

Serta merta pembenci Arab, khususnya Saudi, merasa mendapat justifikasi bahwa Arab Saudi kelak yang akan diperangi umat Islam.

Padahal, Ustadz Dzulkaranaen telah menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah terjadi di masa lalu.

Dalam web Ensiklopedi Hadits dijelaskan bahwa Rasulullah memberitahukan kaum Muslimin sepeninggal beliau, akan memerangi kaum kafir di semenanjung Arab, sehingga semua orang Arab memeluk Islam dan semenanjung Arab di bawah kekuasaan kaum Muslimin.

Lalu beliau memberitahukan bahwa mereka akan memerangi Persia, memenangkan peperangan dan menguasainya. Lantas memerangi Romawi, menundukkan mereka dan menguasai negara mereka. Kemudian mereka akan memerangi Dajal, maka Allah menjadikan Dajal kalah.

Semua ini sudah terjadi, tinggal peperangan melawan Dajal saja. Dan ini akan terjadi menjelang hari Kiamat.

Para ulama memahami hadits tersebut juga seragam dan sepakat, menjelaskannya seperti di atas. Seperti penjelasan Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad:

Bagaimana dengan hadits pembebasan Konstantinopel? Apakah sudah tepat juga cara memahaminya? InsyaaAllah kita bahas di tulisan berikutnya.[]

*) Abdullah, WNI mukim di Arab Saudi 

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait