Arab Saudi Umumkan Inisiatif Akhiri Perang di Yaman

  • 22 Maret 2021
  • 1,018 view
Arab Saudi Umumkan Inisiatif Akhiri Perang di Yaman

Poin paling menonjol dari inisiatif ini adalah gencatan senjata, penyetoran pendapatan pajak di rekening independen di Bank Sentral, pembukaan bandara Sana’a, dan dimulainya konsultasi solusi politik antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman.

Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, umumkan inisiatif perdamaian baru untuk mengakhiri perang Yaman.

“Inisiatif Saudi termasuk gencatan senjata di seluruh negeri di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Faisal dalam konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa “koalisi yang dipimpin Saudi akan meringankan blokade pelabuhan Hodeidah, pendapatan pajak dari pelabuhan akan masuk ke rekening bank bersama di bank sentral,”

“Serta memungkinkan pembukaan kembali Bandara Sana’a untuk tujuan regional dan internasional langsung,” imbuhnya.

“Inisiatif Saudi termasuk meluncurkan kembali pembicaraan politik untuk mengakhiri krisis Yaman,” menekankan bahwa “gencatan senjata akan dimulai segera setelah Houtsi menyetujui inisiatif tersebut.”

Permusuhan Hanya dari Iran
Menteri Luar Negeri Saudi mengatakan dalam konferensi pers bahwa Arab Saudi tidak melihat apapun dari Iran kecuali permusuhan dan dukungan untuk serangan terhadap Saudi.

Dia juga mengisyaratkan bahwa Iran telah mempersenjatai milisi dan negara-negara yang tidak stabil tanpa menyerukan pemulihan kondisi.

Faisal mengatakan bahwa Arab Saudi mengharapkan Washington dan komunitas internasional untuk mendukung inisiatif guna mengakhiri krisis di Yaman.

Sekaligus menyeru kepada Houtsi untuk menempatkan kepentingan Yaman sebelum kepentingan Iran, “Houtsi harus memutuskan apakah mereka akan mengutamakan kepentingan mereka atau kepentingan Iran, mengingat gencatan senjata akan membantu kita bergerak untuk membahas solusi Politik di Yaman.”

Inisiatif Perdamaian
Arab Saudi akan tetap melanjutkan dukungan terhadap keamanan dan stabilitas Yaman dan kawasan. Saudi tetap konsisten untuk mendukung perdamaian yang dapat mengakhiri krisis Yaman, serta mengangkat penderitaan rakyat Yaman.

Juga menegaskan dukungannya dengan solusi politik yang komprehensif beberapa pihak Yaman dalam pertemuan Peel, Jenewa, Kuwait dan Stockholm.

Ini mencakup gencatan senjata komprehensif di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di antaranya penyetoran hasil pajak dan pendapatan bea cukai di pelabuhan Hodeidah dalam rekening bersama di Bank Sentral Yaman di Hodeidah, sesuai dengan Perjanjian Stockholm tentang Hodeidah.

Pembukaan Bandara Internasional Sanaa untuk sejumlah penerbangan, baik regional maupun internasional.

Dimulainya pembicaraan antara pihak yang bertikai di Yaman untuk mencapai solusi politik di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan referensi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216.

Inisiatif ini didukung oleh upaya Utusan Khusus PBB untuk, Yaman Martin Griffiths, utusan AS untuk Yaman Timothy Lenderking, serta peran positif Kesultanan Oman, yang mendorong untuk upaya mencapai solusi politik.

Saudi meminta pemerintah Yaman dan Houtsi untuk menerima inisiatif ini, sebagai kesempatan untuk menengahi pertikaian, menghentikan pertumpahan darah, mengatasi kondisi kemanusiaan dan ekonomi yang diderita rakyat Yaman.

Diharapkan mereka dapat menjadi mitra dalam perdamaian, mendahulukan kepentingan Yaman dan hak mereka atas kedaulatan dan kemerdekaan tanah air daripada ambisi rezim Iran di Yaman dan kawasan.

Simak sebagian pidato Menlu Saudi dalam konperensi pers di Riyadh:

Ditulis oleh: News Admin