Pandemi 2020: Ketika Media Barat Menulis Saudi Aramco Untung Dan Perusahaan Minyak Dunia Rugi

  • 23 Maret 2021
  • 597 views
Pandemi 2020: Ketika Media Barat Menulis Saudi Aramco Untung Dan Perusahaan Minyak Dunia Rugi

“Mengapa masih saja media Barat menframing Saudi Aramco mengalami kerugian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya? Apakah mereka tidak paham pandemi global dan efeknya terlihat jelas terhadap ekonomi di seluruh dunia!?”

Pertanyaan kritik ini disampaikan Abdullah Al-Shehri, netizen Saudi saat mengomentari media Barat menulis berita yang dirasakannnya tidak tepat terkait laporan laba bersih Aramco pada tahun 2020.

Dia juga menulis, “bukankah kata “turun” lebih tepat daripada memilih kata “runtuh”? Apakah Anda memiliki kecenderungan setan terhadap Arab Saudi? Tidak bisakah sedikit objektif dan tidak berpihak?”

Bukan tanpa alasan Abdullah mempertanyakan hal di atas. Sebut saja RT-Arabic yang menulis “انهيار كبير في أرباح أرامكو” (Keruntuhan Besar Dalam Keuntungan Aramco).

Padahal, tidak perlu menjadi ahli ekonomi untuk merasakan krisis saat masa pandemi corona melanda dunia.

Hilangnya jutaan pekerjaan warga di seluruh dunia, termasuk 30 juta karyawan di AS pada puncak pandemi lalu.

Di Jerman, yang memiliki ekonomi terkuat di Eropa, jumlah pengangguran meningkat 13,2 persen pada April tahun lalu, terbesar sejak tahun 1991, sebagaimana laporan Badan Tenaga Kerja Federal.

BACA: Mengambil Bahaya Yang Lebih Ringan: Kebijakan Ekonomi Arab Saudi Menghadapi Krisi Pandemi

Reuters mencatat laba bersih Saudi Aramco turun 44%, menjadi 183,76 miliar riyal Saudi (sekitar 49 miliar dolar) pada 2020, dibandingkan dengan 330,69 miliar pada tahun 2019 sebelumnya.

Kondisi ini jauh masih lebih baik daripada kerugian terbesar dalam sejarah yang dialami perusahaan minyak dunia.

Al-Mohannad Ali, seorang pengamat perminyakan dunia, mengomentari, “fokus mereka hanya kepada sisi negatif Saudi Aramco, tetapi tidak peduli terhadap sejumlah perusahaan internasional lainnya yang keuntungannya benar-benar runtuh dan bahkan hilang karena pandemi di tahun 2020, yang telah menghancurkan ekonomi dan industri di seluruh dunia.”

Kemudian dia mengunggah fakta angka keuntungan Aramco versus kerugian seluruh perusahaan minyak dunia:

Di saat seluruh perusahaan minyak anjlok merugi, Saudi Aramco masih bisa meraup keuntungan di masa pandemi tahun 2020

Salah satu perusahaan energi terintegrasi Rusia, Rosneft, dilaporkan mengalami kerugian selama 2020 hingga 80%:

Ayidh Al Suwadan, peneliti ekonomi dan energi dunia, mengungkapkan bahwa Saudi Aramco telah mempertahankan pendapatan bersih tertinggi di antara perusahaan minyak besar, di saat semuanya mencatat kerugian salama tahun 2020.

Dala kondisi pandemi sekalipun, Saudi Aramco membagikan dividen terbesar di antara perusahaan minyak besar dunia.

Berikut data yang diunggah Ayidh:

Tidak keliru jika Al-Mohannad kemudian mencuit di twitternya: الحقد يعمي البصيرة (kebencian membutakan pandangan), menggambarkan bagaimana media Barat bersatu padu mendiskreditkan Arab Saudi dengan berbagai cara.

Allahul musta’an.[]

*) Ditulis oleh Abdulllah, WNI mukim di Riyadh, Arab Saudi

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait