MBS Umumkan Inisiatif Saudi dan Timur Tengah Hijau

  • 28 Maret 2021
  • 394 views
MBS Umumkan Inisiatif Saudi dan Timur Tengah Hijau

Pangeran Muhammad bin Salman, Putra Mahkota dan Wakil Perdana Menteri, umumkan “Saudi Green Initiative” dan “Middle East Green Initiative.”

Kedua program tersebut akan segera diluncurkan guna memetakan arah Kerajaan dan Wilayah dalam melindungi tanah dan alam serta menempatkannya di peta pencapaian yang jelas dan terencana, yang akan berkontribusi kuat untuk mencapai target global.

“Sebagai produsen minyak global terkemuka, kami sepenuhnya menyadari tanggung jawab kami dalam memajukan perang melawan krisis iklim, sebagaimana pendahulu kami dalam menstabilkan pasar energi selama era minyak dan gas, kami akan bekerja untuk memimpin era hijau berikutnya.”

Putra Mahkota Muhamad bin Salman menambahkan bahwa Kerajaan dan kawasan sekitar menghadapi banyak tantangan lingkungan. Seperti gurun pasir, yang menimbulkan ancaman ekonomi bagi wilayah tersebut.

Diperkirakan 13 miliar dolar terkuras dari badai pasir setiap tahun, sementara polusi udara dari gas rumah kaca diperkirakan terus terjadi.

“Ini telah mengurangi rata-rata 1,5 tahun usia kehidupan warga, dan kami akan bekerja melalui Saudi Green Initiative untuk meningkatkan penghijauan, mengurangi emisi karbon, memerangi polusi dan degradasi tanah, dan melestarikan kehidupan laut,” papar MBS.

MBS juga mengindikasikan sejumlah inisiatif ambisius, yang paling menonjol adalah penanaman 10 miliar pohon di Kerajaan Arab Saudi selama beberapa dekade mendatang.

Setara dengan merehabilitasi sekitar 40 juta hektar lahan terdegradasi, yang berarti meningkatkan area yang ditutupi oleh pepohonan saat ini menjadi 12 kali lipat.

Kontribusi Kerajaan mewakili lebih dari 4% dalam mencapai tujuan inisiatif global untuk mengurangi degradasi lahan dan habitat jamur, dan 1% dari target global untuk penanaman satu triliun pohon.

Inisiatif ini juga akan bekerja untuk meningkatkan persentase kawasan lindung menjadi lebih dari 30% dari luas daratan, yang diperkirakan 600 ribu kilometer persegi.

Melebihi target global saat ini sebesar 17% dari tanah di masing-masing negara. Selain itu, sejumlah inisiatif juga untuk melindungi lingkungan laut dan pesisir.

Saudi Green Initiative juga akan mengurangi emisi karbon lebih dari 4% dari kontribusi global, melalui proyek energi terbarukan yang akan menyediakan 50% produksi listrik di Kerajaan pada tahun 2030.

Proyek di bidang teknologi hidrokarbon bersih akan menghilangkan lebih dari 130 juta ton emisi karbon, selain akan meningkatkan laju pengalihan limbah dari tempat pembuangan sampah menjadi 94%.

MBS menjelaskan bahwa Kerajaan bertekad memperbarui dampak global yang berkesinambungan, dimulai dengan melaksanakan Inisiatif Timur Tengah Hijau dengan negara-negara Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk Arab dan Timur Tengah.

Di antara programnya adalah menanam 50 miliar pohon, sebagai program reboisasi terbesar di dunia, dengan ukuran dua kali besar Tembok Hijau Besar di wilayah Sahel, inisiatif regional terbesar kedua dari jenis ini.

MBS juga mencatat bahwa proyek ini akan memulihkan area yang setara dengan 200 juta hektar lahan terdegradasi, mewakili 5% dari tujuan global penanaman 1 triliun pohon dan mampu mencapai pengurangan 2,5% karbon global.

“Produksi energi bersih di Timur Tengah tidak melebihi 7% saat ini, sementara teknologi yang digunakan dalam produksi minyak di wilayah tersebut tidak efisien,” sambung MBS.

Adapun Kerajaan Arab Saudi akan bekerja dengan negara dunia untuk mentransfer pengetahuan dan berbagi pengalaman, yang akan berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari produksi minyak.

“Dengan upaya bersama, lebih dari 60% di kawasan ini akan tercapai pengurangan emisi karbon, yang lebih dari 10% dari kontribusi global,” tekad MBS. [al-Riyadh)

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait