Inisiatif Saudi: Mulai Pendidikan dan Kesehatan Gratis Hingga Peluncuran Satelit

  • 1 April 2021
  • 232 views
Inisiatif Saudi: Mulai Pendidikan dan Kesehatan Gratis Hingga Peluncuran Satelit

Penjabat Menteri Penerangan Arab Saudi, Majid Al-Qasabi, mengatakan bahwa Arab Saudi telah meluncurkan dan mengumumkan dalam 3 bulan terakhir, sebanyak 11 inisiatif dan proyek tingkat lokal dan global.

Dan dalam 4 hari terakhir, Kerajaan telah meluncurkan 4 inisiatif berstandar global.

Dalam jumpa pers Rabu (31/3) malam, Al-Qasabi juga membantah beberapa rumor, di antaranya isu yang tidak benar bahwa rumah sakit dan sekolah akan dipungut biaya bagi warganya.

Padahal negara tetap berkomitmen untuk kesehatan dan pendidikan gratis. Adapun maksud dari program privatisasi adalah untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada warga.

Terkait pandemi Corona, Al-Qasabi mengatakan seluruh warga dan ekspatriat di Kerajaan akan divaksinasi sampai akhir tahun ini, sesuai rencana Kementerian Kesehatan.

Sebanyak 4,3 juta dosis vaksin telah diberikan sejauh ini, melalui 587 lokasi vaksinasi di seluruh wilayah Kerajaan, dan tingkat dari pemberian dosis vaksin mencapai 160.000 per hari.

Menteri Penerangan mencatat perkembangan besar dan penting yang disaksikan Kerajaan dalam berbagai bidang dan melanjutkan jalur pembangunan transformatifnya di semua sektor dan berbagai wilayah.

Termasuk pengumuman sebelumnya oleh Putra Mahkota, yaitu program “Syarik” yang menjadi fase baru untuk kemitraan dengan sektor swasta.

Program ini untuk mempercepat pencapaian tujuan strategis, meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendukung kemakmuran dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di antaranya dengan memfasilitasi perusahaan nasional untuk meningkatkan investasi di Kerajaan dan memompa investasi yang menguntungkan bagi negara dan rakyatnya.

Al-Qasabi juga membahas sejumlah inisiatif yang baru-baru ini diluncurkan, di antaranya program “Made in Saudi” yang bertujuan untuk mempromosikan produk nasional yang menjangkau 178 negara di seluruh dunia.

Dua inisiatif lain yang menarik adalah “Saudi Green Initiative” dan “Middle East Green Initiative.” bertujuan untuk memerangi penggurunan dan menjawab perubahan iklim.

Selain itu, proyek-proyek lain yang akan mencakup gelombang baru reformasi dalam bidang hukum, akan berkontribusi pada prediktabilitas putusan, meningkatkan tingkat integritas dan efisiensi kinerja organ peradilan, dan meningkatkan keandalan prosedur dan mekanisme kontrol.

Al-Qasabi juga menyinggung proyek The Line, yang terunik di dunia, membangun kota dengan tetap menjaga 95% alam, yang merupakan revolusi dalam peradaban masa depan.

Selain itu, disinggung pengumuman strategi Dana Investasi Publik, yang bertujuan untuk memompa 150 miliar riyal setiap tahun ke dalam perekonomian nasional.

Ini dimaksudkan untuk memberi peluang kerja bagi masyarakat, yang diperkirakan selama sepuluh tahun ke depan terbuka 1,8 juta pekerjaan langsung dan tidak langsung,

Rencana pembangunan besar lain juga diapaparkan Al-Qasabi. Seperti pembangunan kota Riyadh untuk menjadi salah satu dari 10 kota terbesar di dunia.

Proyek pariwisata meliputi pembangan Laut Merah, peluncuran visi Al-Tasmeya, Al-Souda Development Company, yang berupaya mengubah wilayah Saudi menjadi tujuan wisata global.

Tidak lupa Al-Qasabi menginformasikan bahwa Kerajaan telah berhasil meluncurkan dua satelit baru. Total satelit Saudi saat ini menjadi 17 satelit, sepagai negara pertama di dunia Arab.

Terkait urusan internasional, Al-Qasabi menyatakan bahwa Kerajaan telah menawarkan inisiatif untuk mengakhiri krisis di Yaman dan menerima dukungan internasional serta sambutan dan reaksi positif.

Dia juga menekankan bahwa Kerajaan berusaha untuk mencapai stabilitas dan keamanan di Yaman, tetapi milisi Houtsi dukungan Iran, tidak menunjukkan itikad damai. Terbukti masih menargetkan rudal dan dronenya untuk menarget pemukiman sipil dan fasilitas vital.

Di Jizan, sejak awal konflik Yaman, telah menerima serangan 359 rudal dan 589 drone, yang menegaskan penolakan Houtsi terhadap upaya politik untuk mengakhiri krisis Yaman. [alRiyadh]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait