Usaha Kudeta Yordania: Ketika Media Hamas Berguru Kepada Al-Jazeera dan Anadolu

  • 5 April 2021
  • 1,391 view
Usaha Kudeta Yordania: Ketika Media Hamas Berguru Kepada Al-Jazeera dan Anadolu

Stabilitas nasional Yordania genting, isu kudeta yang dilancarkan Pangeran Hamzah bin Hussein, menjadi trending topik dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah.

Kepala Staf Gabungan Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti, menginstruksikan penangkapan kepada sejumlah keluarga kerajaan, pejabat tinggi dan beberapa tokoh lain.

“Kami menghentikan semua aktivitas atau gerakan untuk mengganggu atau menargetkan keamanan dan stabilitas Yordania,” kata Huneiti dikutip dari Jordan Times, Ahad (4/4).

Sebagian media menggambarkan penangkapan sejumlah pejabat dan keluarga kerajaan baru kali ini terjadi di Yordania. Pasalnya, stabilisasi politik di Yordania dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Tetapi mendadak media yang bermarkas di Gaza, Palestina, menulis laporan berita anti-mainstream.

Tanpa ragu-ragu, Palestine Now, mengutip media Israel menulis di headline-nya: “Putra Mahkota Saudi Terlibat Usaha Kudeta di Yordania.”

Hal serupa juga sama ditulis media Quds News Network dan Nidaul Wathon. Bahkan disebutkan negara Arab Teluk ikut terlibat atas apa yang terjadi di Yordania.

Husain Al-Ghawi, jurnalis Saudi yang terkenal dengan program anti hoax, “Jamra,” membongkar siapa di balik pemberitaan media tersebut.

Setelah ditelusuri, dia tidak menemukan media Israel menulis konflik di Yordania, sebagaimana yang dikutip Palestine Now dan media di Palestina lainnya.

Dia memastikan bahwa bahwa Palesetine Now berafiliasi dengan gerakan Hamas dan terdaftar di Kementerian Informasi Palestina oleh Muhammad Zaghra.

Kantornya beralamat di Jalan Al Shuhada, Gaza, satu gedung dengan Al-Jazeera Qatar dan Anadolu Agency Turki. Kedua media terakhir ini, sudah tidak asing lagi menulis berita yang mendiskreditkan dan menuding Arab Saudi.

Kali ini, Palestina Now “berguru” kepada kedua media tersebut dengan menukil sumber majhul, yang diakui dari Yahudi Israel.

Tidak heran netizen menanggapi seperti sindiran:

Orang-orang Palestina menyeru saudara-saudara mereka untuk membebaskan mereka dari Israel. Dengan itu, mereka mempromosikan berita Israel kepada saudara-saudara mereka! Kami mengerti sekarang: Israel itu jujur ​​dan penjajah?

Sebagian menuduh Hamas, dengan ungkapan bahasa Arab:

لا جديد على الفلس طينيين خرجوا بأتهام المملكة فيما جرى في الاردن
نقول ونؤكد أن ذيل الفلس لا يمكن أن يتعدل ..

Sementar itu sikap Arab Saudi atas usaha kudeta di Yordania, sebagaimana rilis Saudi Press Agency:

The Royal Court: Kerajaan Arab Saudi menegaskan pendirian penuhnya berdiri bersama saudara kandung Kerajaan Yordania dan mendukung penuh dengan semua kemampuannya atas semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh Raja Abdullah II bin Al Hussein dan Yang Mulia Pangeran Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota, untuk menjaga keamanan dan stabilitas.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait