Berbagi Suasana Kerja Kantoran di Arab Saudi

  • 22 April 2021
  • 1,649 view
Berbagi Suasana Kerja Kantoran di Arab Saudi

Alhamdulillah kami diberikan rizki bisa merasakan bekerja di dua negara Timur Tengah yaitu Oman dan Saudi.

Apa yang bisa dirasakan sebagai seorang muslim kerja di dua negara muslim tersebut, dibandingkan dengan kerja kantoran di Indonesia?

Disclaimer, ini subjektif penulis saja yang dirasakan selama bekerja di sektor telekomunikasi.

Pekerjaan dan jam kerja lebih kondusif

Berbeda dengan di Indonesia, kerja “ngaret” tanpa jam lembur yang jelas sudah biasa, iya apa iya?

Lingkungan yang kondusif, waktunya adzan, ya semua berhenti untuk sholat dulu, alhamdulillah.

Menjalankan perintah agama tidak perlu canggung

Misalkan, cukup aneh jika ada perempuan non mahram yang bersalaman dengan kami laki-laki di Oman, apalagi di Arab Saudi.

Berbeda dengan di Indonesia, negara muslim terbesar, kalau ada teman atau atasan kantor perempuan ngajak salaman, terus kita menolak, seperti masih ada rasa sungkan atau perasaan canggung lain.

Padahal jelas bersalaman dengan non mahrom di Islam dilarang ya kan?

Tidak ada acara aneh-aneh, apalagi yang jelas bukan budaya islam

Misalkan selama 3 tahun lebih ini, tidak pernah ada acara merayakan ulang tahun teman kantor atau bos dan lain-lain.

Beda dengan di Indonesia yang negara mayoritas muslim, budaya non Islam, misalkan ulang tahun ini masuk bahkan di kehidupan kantor sekalipun.

Kadang mikir, budaya yang sering dilakukan bukan budaya Islam, kenapa Arab yang sering dimusuhin ya? Mikir.

Tidak ada budaya bermusik

Ini paling kerasa, misalkan ketika kami gathering, biasanya makan-makan dan lelucon sana-sini sudah cukup di Saudi.

Beda dengan di Indonesia yang mayoritas muslim, bumbu musik itu sudah hampir pasti ada, yang lagi-lagi itu bukan budaya Islam.

Tapi kenapa Arab terus yang disalahin ya? Arab sudah sampai Mars lho, masak iya masih radikal-radikul menuduh “wahabi kadrun,” dll? Mikir.

Sekian dulu uneg-uneg yang bisa dishare. Mungkin terakhir gaji ya, jelas berbeda.

Kalau di Saudi mobil itu bukan barang mewah yang tiap hari harus di elus-elus. Boro-boro dielus, yang ada, semewah apa mobil ditaruh saja di pinggir jalan.

Teman kantor bawa mobil apa, juga kita biasa saja, orang mobilnya bagus-bagus semua.

Jadi silahkan disimpulkan sendiri kerja di Saudi, “enak apa enak banget ya?”

Alhamdulillah, nantinya kalau antum menjadi karyawan kantoran di Indonesia dan masih merasakan, kok saya berbudaya Islam malah terlihat aneh ya, di tengah-tengah muslim mayoritas?

Jangan bersedih hati, masih ada negara muslim lain yang sesuai budaya Islam. Tetaplah untuk tidak isbal meski di kantor, tidak bersalaman dengan non mahram, tidak ikut2-ikutann kegiatan gathering dengan bumbu musik-musiknya dan lain lain.

Memang indonesia dengan segala kekurangan dan kelebihannya, ya saat ini masih seperti itu.

Kalau tidak kita mulai sekarang, kasihan anak-cucu kita nanti masih merasa asing kalo tidak merayakan ulang tahun, sambil tentu selalu kita doakan kebaikan untuk bangsa kita.

Semoga bermanfaat, barokallahufiikum.

*) Dari FB Yoyok Dwi Parindra, dengan beberapa perubahan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait