Media Tulis Saudi Kenalkan Kisah Ramayana dan Mahabharata di Kurikulum Pendidikan Terbarunya

  • 25 April 2021
  • 1,728 view
Media Tulis Saudi Kenalkan Kisah Ramayana dan Mahabharata di Kurikulum Pendidikan Terbarunya Sumber gambar: eastcoastdaily

Media masyhur di Jawa Barat, Pikiran Rakyat (PR), menulis di awal laporan beritanya: “Pemerintah Arab Saudi mengenalkan kisah Ramayana dan Mahabharata dalam kurikulum pendidikannya yang terbaru.”

Uniknya, saat PR menyatakan bahwa itu adalah “kurikulum pendidikan baru sebagian dari visi 2030 Pangeran Mohammed bin Salman,” tetapi sumbernya merujuk ke seorang instruktur yoga, Nouf Almarwaai.

Tidak ada sama sekali rujukan resmi seperti yang diklaim sebagai visi 2030 Pangeran MBS. Tidak ada satupun pernyataan dari otoritas yang berwenang, seperti Kementerian Pendidikan Arab Saudi atau mengutip pernyataan pejabatnya.

Inilah wajah media hari ini, cuitan netizen dianggap rujukan sebagai resmi keputusan negara. Tetapi yang disampaikan resmi dari negara, media memilah dan memilih menyesuaikan dengan selera dan kepentingannya.

Asal Usul Berita

Dari penelusuran, didapati bahwa cuitan Nouf adalah screen shot ujian sekolah anaknya di Ilmu Sosial yang menanyakan konsep & sejarah Hindu, Budha, Ramayana, Karma, Mahabharata & Dharma.

Menariknya, si ibu tidak menyebutkan sekolah di mana, apakah itu ujian dari sekolah negeri atau swasta atau sekolah internasional?

Seperti diketahui, memungkinkan sekolah internasional di Saudi membuat soal ujian tersebut, tetapi tidak mungkin di sekolah negeri atau swasta yang mengikuti kurikulum Kementerian Pendidikan Arab Saudi.

Tetapi media seperti PR, miskin investigasi, model media hanya mengandalkan cuitan netizen atau mengutip media asing yang menguntungkan.

Yang Menyebarluaskan

Zahack Tanvir, Founder & Editor @MilliChronicle, mengomentari ramainya berita tersebut:

“Ketika saya mengecek beritanya, dikatakan – “dilaporkan” bahwa siswa akan diajari Ramayana dan Mahabharata. “Dilaporkan” bahwa studi tersebut akan berfokus pada budaya India yang signifikan secara global seperti yoga dan Ayurveda.

Siapa yang melapor? Kapan dilaporkan? Apa yang dilaporkan? Dimana dilaporkan?

Jika ada sepatu di pinggir jalan yang membicarakannya berdasarkan sumber anonim, tidak mengapa. Tapi sarjana palsu Daniel, membuat posting penuh kebencian hanya berdasarkan “dilaporkan” yang mengerikan!”

dari sumber portal hindu di India www.eastcoastdaily.in

Daniel Haqiqatjou mengaku sebagai mantan Syiah dan Ikhwani yang kini menjadi seorang Sunni. Dia di antara sumber yang menyebarkan hoax ini.

Selain itu, netizen juga mengungkap bahwa yang pertama kali menulis berita ini adalah portal berita Hindutva yang terkenal dengan berita palsu melawan Muslim dan Islam.

Begitulah wajah media, demi ingin memberi gambaran Saudi kepada umat Islam dunia, menulis klaim dan berita meski tanpa rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait