Peringati Genosida Armenia, Mengingat Sejarah Kelam Pembantaian di Jazirah Arab

  • 25 April 2021
  • 3,785 views
Peringati Genosida Armenia, Mengingat Sejarah Kelam Pembantaian di Jazirah Arab

Hari ini saat dunia memperingati genosida kejam yang dilakukan oleh Daulah Utsmani yang menewaskan lebih dari 3 juta rakyat Armenia, Yunani & Syam.

Kita juga harus mengingat leluhur bangsa Saudi yang dibunuh oleh mereka selama negara Saudi pertama tahun 1818. Berikut dokumentasi singkat kejahatan Utsmani di Arab Saudi.

Pembantaian Shaqra

Ketika Ibrahim Pasha tiba di Shaqra, dia mengepungnya, saat itu dia mengandalkan insinyur dari Itali dan ahli artileri dari Prancis dan Jerman.

Dia mulai memborbardir Shaqra dari senja hingga fajar, sementara penduduk di Shaqra melihat peluru dan bom ditembakkan, bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan pemandangan yang mengerikan.

Setelah itu, laki-laki perempuan dan anak-anak dibunuh. Shaqra lokasinya 190 KM barat laut dari Riyadh.

Pembantaian Dhurma

Di sini, pembantaian lebih keji dari pada “Pembantaian Shaqra.” Ketika Ibrahim Pasha mengepung Dhurma, dia masuk dengan berkhianat.

Dia mulai menembakkan 2.700 butir peluru, begitu keras hingga desa dan kota di sekitarnya dapat mendengar suara senajata tersebut.

Ketika pasukan Ottoman masuk ke Dhurma, mereka menipu pendudukng dhurma dengan mengatakan, “turunkan senjatamu, kalian aman, Allah menjami keselamatan.”

Kemudian tentara Turki membunuhi pria, wanita, anak-anak, dan orang tua. Tubuh penduduk Dhurma tanpa nyawa bergeletakan di jalan, bercampur satu sama lain.

Pembantaian Diriyah

Ibrahim Pasha mengepung Diriyah selama beberapa bulan. Akhirnya memaksa Abdullah bin Saud untuk menyerah, dengan pernjanjian antara keduanya.

Tetapi Ibrahim Pasha kemudian mengkhianatinya dan masuk Diriyah, dia mulai membantai, membunuhi warga Diriyah.

Pasukan Turki Utsmani memaksa orang-orang di Diriyah untuk membawa apa saja binatang yang dibawa di punggung mereka. Kemudian mereka mulai membakar telapak kurma dan kebun penduduk Diriyah.

Para masyayikh, ulama dan hakim ditempatkan di moncong meriam untuk diledakkan, merobek tubuh mereka dengan cara yang paling kejam!

Pembataian ‘Asir

Pada tahun 1834, pasukan Turki mengumpulkan beberapa penduduk desa dari Asir dan membakar mereka hidup-hidup di lembah Asir.

Pembantaian Jeddah

Pada tanggal 15 Juni 1858, 21 warga Kristen di Jeddah, yang saat itu merupakan kota Ottoman dengan 5.000 penduduk, sebagian besar Muslim, dibantai.

Termasuk di antaranya Konsul Prancis M. Eveillard dan istrinya, dan wakil konsul Inggris Stephen Page.

Beberapa orang lainnya juga menjadi korban, kebanyakan orang Yunani dan Syam. Ditambah putri konsul Prancis Elise Eveillard dan penerjemah Prancis M. Emerat, keduanya terluka parah.[]

*) Dikutip dari Kulwit THE HIEROPHANT, dengan perubahan redaksi seperlunya.

Silahkan merujuk ke:

  1. Ajaibul Atsar fi al-Tarajim wal Atsar, Abdurrahman al-Jabarti
  2. Safar Barlik Qorn alal Jarimah al-Utsmaniyah fi al-Madinah al-Munawwarah, Muhammad Al-Said, Madare Publishing House.
  3. Tarikh Al-Mamlakah Al-Arabiyah Al-Su’udiyah, Juz al-Awwal, Dr. Abdullah al-Shalih Al-Utsaimin.

More crimes and massacres of Ottoman state:

  • 1915 Great Armenian Massacre
  • 1915 tragedy of Safer Berlik in Medina, KSA
  • 1915 Sevo massacre in Syria
  • 1914 Greek Genocide in Anatolia
  • 1842 Karbala massacre in Iraq
  • 1816 Al-Jawazi massacre in Libya
  • 1516 Al-Tal massacre in Aleppo, Syria
Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait