Ketika Amal Kebaikan Saudi Bertambah di Bulan Ramadhan

  • 26 April 2021
  • 916 views
Ketika Amal Kebaikan Saudi Bertambah di Bulan Ramadhan

Tidak ingin dianggap paling dermawan atau riya, tetapi berita di media sangat berpihak. Di antaranya saat bulan Ramadan ini. Ulasan singkat terkait fakta media kelompok anti Saudi.

Arab Saudi yang selalu dituding sebagai sarang wahabi, sumber radikal yang mengajarkan intoleran, dan tudingan-tudingan jahat serta dusta lainnya, sama sekali tidak pernah terbukti dengan aksi nyatanya.

Kebanyakan media rajin menyebar hoax dan me-framing berita, menggiring opini agar Saudi dibenci oleh kaum muslimin.

Maka tidak heran kebanyakan orang awam membeo dan men-share info-info yang keliru tentang Saudi.

Dan ini bukan terjadi baru-baru ini saja, tetapi sejak dakwah tauhid digelorakan Syaikh Muhammad At-Tamimi yang bersinergi dengan Imam Muhammad bin Saud, sejak 1744, mendirikan Kerajaan Arab Saudi.

BACA: 90 Tahun Saudi dan Pembangkangnya di Negeri Kafir

Kemudian negara Saudi dituduh dibangun atas bantuan kafir Inggris, tetapi di saat yang sama menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai undang-undang negaranya. Sebuah tudingan absurd tidak masuk di akal.

BACA: 3 Unsur Yang Membuat Besar Kerajaan Arab Saudi

Yang sering diulang-ulang, tudingan mengkafirkan di luar kelompoknya, keji menghalalkan darah sesama saudaranya, antek Amerika dan seterusnya, tidak pernah henti disuarakan oleh pembenci (baca: Islam).

Media anti Saudi berbahasa Arab menuding Saudi menuju sekuler-liberal, seperti yang disuarakan agen-agen ikhwani.

Di waktu yang sama, media menulis dalam bahasa Inggris; Saudi negara konservatif, mengekang HAM, menbungkam pers, sebagaimana antek-antek Yahudi bersuara.

Masyarakat yang membaca dan melek informasi dari sumber yang kredibel, mulai cerdas memetakan bagaimana propaganda tersebut diviralkan.

Di antara unsur-unsur pendengki Saudi adalah kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) atau yang merasa seideologi. Mereka tidak akan ridha di negeri manapun, sampai kepemimpinannya dari IM.

Lihat saja, yang diperjuangkan dan diulang-ulang untuk kepentingan pemimpin dari kelompoknya dengan dalih agama. Tetapi ketika nyata pemimpin lain didzalimi, pendukung IM diam seribu bahasa.

Yang kedua adalah kalangan penganut tasawuf atau sufisme. Kelompok ini tidak melakukan gerakan politik, tetapi lebih banyak melakukan propaganda dengan pemahaman kuburiyunnya.

Di antaranya, mereka menuding Saudi menghilangkan tradisi dan ajaran Islam di Hijaz, tidak merawat peninggalan Nabi dan lainnya.

Padahal yang dilakukan Saudi sejak awal adalah memberantas semua sarana yang menuju kesyirikan, sebagaimana dakwah seluruh nabi dan rasul. Tetapi pemahaman ini berseberangan dengan keinginan sufisme.

Ketiga, kelompok Syiah. Mereka ini yang paling pandai menyelinap, tidak menampakkan diri, menyusup di kelompok manapun. Kelihaiannya memelintir berita, menyebar dusta, didukung akidah taqiyah Syiah.

Kelompok keempat lainnya adalah orang-orang awam yang terpengaruh berita dan bacaan yang dikosumsinya. Khusus netizen Indonesia, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah.

Kelompok terakhir adalah kaum kafir dari Yahudi dan Nashara. Mereka ini sejatinya musuh Saudi dan umat Islam. Mereka menggunakan proxy, mengadu domba.

Sebagai contoh kecil, kelompok-kelompok Islam yang menyimpang, sekaligus yang kerap menyerang Saudi, difasilitasi di negara-negara kafir. Di antara basis pergerakan dan medianya.

Sementara berita kebaikan yang saat ini dilakukan Saudi ke seluruh negara dunia, nyaris sepi dari liputan media.

Bukan ingin dikatakan paling dermawan atau riya, tetapi keterpihakan media tampak nyata terhadap Saudi dan umat Islam.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait