Berikut Negara-negara Arab yang Kompak dan Menyelisihi Penetapan Hari Idul Fitri

  • 12 Mei 2021
  • 1,992 view
Berikut Negara-negara Arab yang Kompak dan Menyelisihi Penetapan Hari Idul Fitri

Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa hari Rabu (12/5) adalah akhir dari bulan Ramadhan yang dimulai dari tanggal 13 April 2021. Dan Kamis adalah hari pertama Idul Fitri atau hari pertama bulan Syawal (13 Mei 2021).

Keputusan yang sama diumumkan oleh Kementerian Awqaf di Qatar dan Yaman, Mufti Palestina Muhammad Hussein, dan mitranya dari Yordania Abdul Karim Al-Khasawneh, serta Sultan bin Al Dhaheri, Menteri Kehakiman UEAvdan Kepala Komite Pemantauan Hilal Syawal.

Sama juga yang diumumkan oleh Mufti Mesir, Shawqi Allam, Akademi Fiqih Islam di Sudan, Otoritas Visi Syariah Kuwait, Dewan Tertinggi Urusan Islam Bahrain, dan Dewan Akademik Juristik di Kementerian Wakaf Rezim Suriah.

Hal serupa juga dilakukan Kantor Wakaf Sunni di Irak yang mengumumkan bahwa Kamis adalah hari pertama Idul Fitri. Sementara Syiah di Irak akan menunggu bulan sabit di bulan Syawal pada Rabu malam, sebagaimana kebiasaan bagi sekte Syiah di negara tersebut.

Sementara itu, Mufti Tunisia, Othman Batikh, mengumumkan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa Kamis adalah hari pertama Idul Fitri. Hal yang sama diumumkan oleh Mufti Republik Lebanon, Abdel Latif Derian, dalam sebuah pernyataan.

Sementara Syaikh Sadiq al-Ghariani, Mufti Libya, mengumumkan hal serupa, sebagaimana dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Libiya.

Sementara itu, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dalam menyambut Idul Fitri dari 7 negara Arab: Somalia, Mauritania, Djibouti, Komoro, Oman, Aljazair, dan Maroko.

Untuk tahun kedua berturut-turut, Idul Fitri bertepatan dengan pandemi Corona yang sedang berlangsung, dan tindakan pencegahan yang ketat diberlakukan oleh beberapa negara untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait