Pertemuan OKI Ajukan Resolusi Seret Israel ke Mahkamah Internasional

  • 16 Mei 2021
  • 906 views
Pertemuan OKI Ajukan Resolusi Seret Israel ke Mahkamah Internasional

Hari ini, Ahad (16/5), pertemuan virtual darurat Organisasi Kerjasama Islam, yang diadakan atas permintaan Arab Saudi, diselenggarakan untuk membahas eskalasi di Palestina.

Pada awal sesi, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan, “Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap Palestina, kami mengutuk pendudukan Israel atas rumah-rumah Palestina di Yerusalem.”

Menteri Luar Negeri Saudi menekankan bahwa “Yerusalem Timur adalah tanah Palestina yang kami tidak terima untuk dirugikan, Kerajaan dengan tegas menolak pelanggaran Israel terhadap Palestina dan menyerukan untuk segera diakhirinya serangan Israel.”

Dia menekankan bahwa Arab Saudi menyerukan kepada komunitas internasional untuk “memikul tanggung jawabnya dalam menghadapi pelanggaran Israel,” mengingat bahwa “komunitas internasional harus segera turun tangan untuk mengakhiri aksi Israel.”

Dia melanjutkan, “Kami mengulangi lagi dukungan untuk perdamaian sesuai dengan inisiatif Arab untuk membangun stabilitas dan kemakmuran,” menambahkan bahwa “inisiatif Arab menjamin hak-hak Palestina sebagai negara dengan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibukotanya.”

Pangeran Faisal bin Farhan menyimpulkan, dengan menekankan bahwa “Kerajaan mendukung semua upaya yang bertujuan untuk memajukan inisiatif perdamaian.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki mengatakan: “Kami berkomitmen untuk kedaulatan Arab, Islam dan Kristen atas Palestina,” menambahkan bahwa “aksi Israel adalah serangan terhadap orang Arab, Muslim dan norma-norma internasional.”

Dia melanjutkan, “Cara Israel mengintimidasi kami, tidak akan berhasil untuk menyerahkan hak kami.”

Al-Maliki menekankan bahwa “rakyat Palestina menjadi sasaran apartheid Israel dan mereka dicabut dari tanah dan hak mereka,” dia mengingatkan bahwa “pelanggaran Israel di Yerusalem memicu pemberontakan Palestina, mereka menyerbu rumah-rumah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem.”

Menteri Luar Negeri Palestina menambahkan bahwa “pemboman brutal menyebabkan lebih dari 10 ribu warga mengungsi dari rumah mereka di Gaza.” Dia melanjutkan, “Kita harus menjunjung tinggi hak-hak kita di Masjid Al-Aqsa dan semua situs suci di Palestina.”

Menteri Luar Negeri Palestina mengatakan, “Kami menghadapi pendudukan kolonial jangka panjang yang tidak ragu-ragu untuk melakukan pelanggaran, pembentukan front internasional untuk menghadapi pelanggaran sistematis Israel dan menjatuhkan sanksi ekonomi dan politik terhadap Israel.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam, Yusef bin Ahmed Al-Utsaimin mengatakan: “Kami mengutuk agresi brutal Israel terhadap Palestina dan Yerusalem,” menambahkan: “Agresi Israel terhadap rakyat Palestina harus dihentikan dan hak mereka yang sah harus dipertahankan. “

Al-Utsaimin menegaskan bahwa “Israel melakukan tindakan agresif di sekitar Al-Aqsa yang melanggar kesucian,” menambahkan bahwa “Organisasi Kerjasama Islam menegaskan hak Palestina atas sebuah negara dalam perbatasan tahun 1967.”

Al-Utsaimin melanjutkan, “Raja Salman telah berulang kali menekankan pentingnya memulihkan hak-hak sah rakyat Palestina.” Ia juga menilai bahwa “komunitas internasional harus memikul tanggung jawabnya untuk menghentikan agresi Israel.”

Rrancangan resolusi yang diajukan ke pertemuan tersebut termasuk kecaman atas “serangan brutal Israel terhadap Palestina,” dan menuntut “diakhirinya semua pelanggaran Israel,” selain mempertimbangkan “Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan agresi Israel.”

Rancangan keputusan Organisasi Kerja Sama Islam juga mengungkapkan “keprihatinan tentang percepatan proses pemukiman Israel,” dan termasuk “peringatan terhadap berlanjutnya provokasi dan serangan Israel.”

Resolusi itu diharapkan menyerukan “tindakan hukum internasional melalui pengadilan internasional dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa Israel membayar kompensasi material dan moral atas kerusakan yang ditimbulkannya pada infrastruktur Palestina.”

Israel terus meningkatkan serangannya di Jalur Gaza, menolak seruan untuk tenang, sebagaimana Kepala Staf tentara Israel mengumumkan bahwa Tel Aviv siap untuk beberapa hari bertempur di depan Jalur Gaza.

Eskalasi kekerasan antara Israel dan Hamas dilaporkan telah berlanjut sejak Senin. Korban terakhir oleh otoritas Palestina, pada Jumat malam, sebanyak 145 orang tewas, termasuk 39 anak-anak, dan seribu lainnya luka-luka dalam pemboman Israel di Jalur Gaza. ARBN

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait