Ini Dia Pernyataan Menlu Saudi di Sidang Darurat PBB

  • 21 Mei 2021
  • 1,198 view
Ini Dia Pernyataan Menlu Saudi di Sidang Darurat PBB

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan dalam sambutan pidato di pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa Kamis (20/5) kemarin, menegaskan lagi bahwa:

  1. Masalah Palestina adalah inti dari kebijakan Kerajaan sampai rakyat Palestina mendapatkan hak-haknya;
  2. Dengan berdirinya negara Palestina sesuai batas di tahun 1967;
  3. Ibukota di Al-Quds Asy-Syarqiyah.

Dalam pidatonya, Pangeran Faisal juga memastikan bahwa apa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bentuk agresi dan permusuhan yang berkelanjutan atas hak-hak rakyat Palestina.

Apa yang dilakukan Israel di Palestina merupakan pelanggaran hukum internasional dan resolusi PBB.

Yaitu terkait larangan menguasai tanah dengan paksa dan segala perbuatan yang mengancam keselamatan dan keamanan dua negara dan stabilitas inernasional.

Rangkuman pidato Pangeran Faisal muncul dalam kulwit akun resmi Kemenlu Saudi, di antaranya menyampaikan bahwa posisi Arab Saudi sebagai pimpinan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang anggotanya lebih dari 25% dari kenanggotaan PBB atau sejumlah 57 negara.

OKI telah mengadakan pertemuan darurat virtual pada 16 Mei 2021, yang menghasilkan keputusan kecaman atas kebijakan apartheid Israel di tanah Palestina.

Pelanggaran secara sistematis terhadap hak rakyat Palestina dengan melakukan pengusiran dengan paksa dari rumah-rumah dan tanahnya.

Pangeran Faisal mengingatkan bahwa posisi historis Kerajaan dan para pemimpinnya sepanjang zaman yang selalu mendukung perjuangan Palestina dan rakyat Palestina, didasarkan pada prinsip bahwa perjuangan Palestina adalah masalah pokok dan fundamental dalam kebijakan luar negeri Kerajaan Arab Saudi.

Di saat yang sama, Kerajaan menyambut semua upaya konstruktif untuk mencapai penghentian operasi militer dengan segera dan pengiriman bantuan kemanusiaan dan medis kepada mereka yang terkena dampak.[]

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait