Falakiyah Jeddah: Supermoon Akan Tampak di Langit Arab Saudi dan Dunia Arab Pada Hari Rabu

  • 23 Mei 2021
  • 573 views
Falakiyah Jeddah: Supermoon Akan Tampak di Langit Arab Saudi dan Dunia Arab Pada Hari Rabu

Hari Rabu (26/5) ini, langit Kerajaan Arab Saudi dan dunia Arab akan dihiasi bulan purnama raksasa, terdekat yang bisa dilihat pada tahun 2021 ini.

Fenomena ini bertepatan dengan gerhana total untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun terakhir, namun gerhana tersebut tidak terjadi di dunia Arab karena waktu masih siang hari.

Ketua Astronomical Society Jeddah, Eng. Majed Abu Zahra, menyatakan bahwa supermoon akan tampak di langit, baik itu tidak sempurna maupun purnama.

Ini terjadi saat antara pusat bulan dan bumi berjarak 362.146 kilometer. Sebutan ilmiahnya adalah “perigee,” yang artinya bulan mencapai titik terdekat dengan bumi.

Majed menambahkan bahwa bulan raksasa akan berakhir setelah penampakkannya pada pukul 2.14 waktu Saudi. Saat itu akan berada pada jarak 357.461 KM, 9 jam dan 24 menit setelah mencapai titik orbit (perihelion).

Sinkronisasi ini akan membuat ukurannya tampak sekitar 14% lebih besar dengan iluminasi sekitar 30% lebih besar dari bulan purnama terkecil (apogee), yang akan terjadi pada bulan Desember mendatang, yang sedikit lebih dekat ke Bumi, sekitar 157 km dari supermoon pada 26 April 2021.

Majed juga mengindikasikan bahwa bulan purnama raksasa akan muncul dari ufuk tenggara setelah matahari terbenam dan akan berwarna oranye karena komponen atmosfer di sekitar bumi.

Kemudian akan menyebarkan cahaya putih pantulan dari bulan dan warna spektrum biru akan tersebar, sebagaimana warna spektrum merah akan tetap ada, setelah ketinggian dan jaraknya dari cakrawala akan muncul warna putih keperakan seperti biasa.

Menurutnya, supermoon akan tampak lebih “menarik” daripada bulan purnama biasa, karena memberikan kesan yang keliru kepada kebanyakan orang yang mengira bahwa ukuran bulan supermoon akan tampak jauh lebih besar.

Padahal kenyataannya bulan purnama raksasa tidak terlihat lebih besar daripada bulan purnama umumnya dengan mata telanjang, tetapi pengamat berpengalaman yang dapat melihat perbedaannya.

Dijelaskannya, bulan purnama raksasa tidak akan berpengaruh pada bumi, kecuali dua fenomena pasang surut yang bersifat alamiah.

Setiap bulan, pada hari bulan purnama, bumi, bulan, dan matahari sejajar, dan ini menyebabkan pasang surut yang lebar.

Kepala Badan Astronomi di Jeddah mengatakan: “Mengingat pengaruh terbatas dari bulan purnama raksasa, itu tidak akan mempengaruhi keseimbangan energi internal planet kita.

Karena pasang surut terjadi setiap hari, sehingga diperkirakan tidak akan terjadi peningkatan aktivitas geologi atau terjadinya kasus cuaca yang tidak biasa.” sabq

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait