Awal Bulan Dzulhijjah: Mendadak Banyak Pengemis Di Arab Saudi (2)

  • 12 Juli 2021
  • 277 views
Awal Bulan Dzulhijjah: Mendadak Banyak Pengemis Di Arab Saudi (2)

Maraknya “profesi” baru sebagai pengemis di Arab Saudi di waktu-waktu tertentu, tidak hanya didominasi oleh warga pribumi, tetapi juga warga pendatang yang bermukim di Saudi melakukan hal serupa.

Mereka berharap di 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang paling mulia ini, di saat kaum muslimin berlomba beramal shalih, pengemis dadakan merasakan berkahnya.

Di antara mereka adalah pendatang dari negeri Arab tetangga, seperti Yaman dan Afrika. Sebagian lainnya tidak mengemis secara langsung, tetapi berjualan tisu di parkiran mobil di pusat perbelanjaan, seperti yang kerap dilakukan ibu-ibu asal Suriah.

Untuk menarik rasa iba, kadang digendong anak-anak di bawah terik matahari sambil meminta-minta di perempatan jalan. Sebagian lainnya duduk di halaman masjid, menunggu bubar jamaah shalat.

Kadang seorang pria berusia paruh baya, tanpa malu, berdiri di pojok masjid seketika imam menutup shalat. Dengan menangis menceritakan bahwa dirinya memohon sedekah jamaah di masjid, karena kondisi ini dan itu.

Sebagian imam masjid yang mendengar rengekan tersebut langsung menghardik dan menasehati agar tidak meminta-minta di dalam Baitullah.

Imam masjid di sebuah distrik perumahan kadang menjelaskan, bahwa di Saudi terdapat marakiz (pusat-pusat) yang mendata warga tidak mampu agar mendapat bantuan berkelanjutan dari pemerintah.

Tetapi sebagiannya enggan untuk melaporkan diri, lebih menggemari mengemis, bukan untuk memenuhi kebutuhan mendesaknya, tetapi menjadi lahan pekerjaan yang “cukup menjanjikan.”

Oleh karenanya tidak heran, kadang didapati petugas berseragam coklat lari mengejar anak-anak yang mengemis di perempatan jalan atau menangkapi ibu-ibu yang duduk di halaman masjid, pengemis selama shalat Jum’at.

Sebagaimana juga beberapa tahun silam, didapati pengemis yang mendemokan tangan buntung sebelah, menarik iba jamaah umrah dan peziarah di Masjidil Haram Makkah dan Madinah.

Di musim haji pun, “profesi dadakan” menjadi pengemis kerap muncul, bahkan dari warga Asia Selatan. Dengan merengek nangis, biasanya mengincar jamaah haji asal Indonesia yang terkenal kebaikannya.

Tidak lain mereka berharap di 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini, hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala, sebagaimana yang tersurat dalam hadits riwayat al-Bukhari.

Ibnu Rajab Al Hanbaly berkata: “Apabila sesuatu itu lebih dicintai oleh Allah, maka sesuatu tersebut lebih afdhal di sisi-Nya.” (Baca lebih lanjut di muslim.or.id)

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait