Pasukan Keamanan Musim Haji 1442

  • 20 Juli 2021
  • 298 views
Pasukan Keamanan Musim Haji 1442

Sopir taksi yang mengantar kami dari miqat ke Makkah, berseloroh jumlah jamaah haji 60 ribu tahun ini tidak lebih banyak dari jumlah pasukan keamanan yang diturunkan selama musim haji.

Sopir taksi online yang sedang cuti dari tugas sehari-hari berdinas di sebuah kesatuan yang menjaga warehouse persenjataan militer Saudi meyakinkan, bisa jadi 100 ribu lebih pasukan keamanan diterjunkan saat musim haji tahun ini.

Pantas saja, selama perjalanan dari Taif hingga masuk Makkah, hampir setiap 10 meter, mobil polisi Murur, Duriyatul Amn hingga Garda Nasional (Hars Wathoni), berjejer rapi di setiap pinggir jalan.

Kami katakan kepada Mani’ al-Otaibi, nama sopir taksi tentara tersebut, kami seperti raja yang sedang disambut dengan pengawalan ketat.

Ayuwa…. istiqbal malik…” sahutnya dengan logat Taif.

Terhitung 6 check point kami lalui untuk pemeriksaan tasreh (surat izin haji), belum lagi pemeriksaan kendaraan dan sopir yang membawa jamaah haji kami.

Saudi sudah belajar, peristiwa demi peristiwa yang pernah terjadi dari era Juhayman yang membajak Al-Haram hingga aksi jamaah haji Syiah Iran yang telah menimbulkan ribuan nyawa jamaah haji melayang.

Atau ancaman kepada para imam Masjidil Haram yang kerap terjadi dalam beberapa kasus tidak terduga.

Saudi tidak main-main dan meremehkan setiap hal yang harus diantisipasi. Pagi, siang, malam, pasukan keamanan berjaga di setiap sudut jalan, tenda, pagar bangunan, hingga memblokir beberapa rute jalan untuk menggiring jamaah haji sesuai protokol yang ditetapkan.

Terutama lagi, di saat pandemi saat ini, protokol kesehatan yang diterapkan menambah ketat gerak jamaah haji.

Meskipun demikian, polisi atau tentara yang berdiri sepanjang hari tersebut tidak seseram yang kita duga.

Mereka juga bisa diajak berbicara sekedar bersalam atau menanyakan aesuatu. Bagi jamaah haji yang cakap berbahasa Arab, mereka bisa bercanda seperti teman yang akrab lama tidak jumpa.

Bagi kami, mereka tampak senang dan selalu mendoakan menjadi haji mabrur, terutama ketika kami ditanya jamaah dari mana? Kami jawab dari Indonesia, sat mendengar nama negara kita tercinta, seakan-akan memunculkan wajah bersemangat kembali, di tengah tugas berat mereka.

Apresiasi setinggi-tingginya kepada para pasukan keamanan Saudi!

*) Ditulis oleh Abdullah, salah satu dari 357 jamaah haji Indonesia 1442 H.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait