Seberapa Realistiskah Rencana Visi 2030 Arab Saudi?

  • 11 Agustus 2021
  • 289 views
Seberapa Realistiskah Rencana Visi 2030 Arab Saudi?

Visi Saudi 2030 adalah peta jalan Arab Saudi menuju masa depan yang berkelanjutan secara ekonomi, di mana warga dan penduduknya menikmati hak yang sama dan standar hidup yang tinggi.

Visi tersebut diluncurkan pada tahun 2017. Lima tahun sejak diluncurkan, hal-hal berikut telah dicapai:

  • Nasionalisasi Saudi meningkat dari 48% pada tahun 2016 menjadi 60% pada tahun 2021, jumlah yang ditargetkan untuk dicapai pada tahun 2030.
  • Membuka untuk pariwisata dan investasi asing, bertujuan untuk menarik lebih dari 100 juta pengunjung pertahun pada tahun 2030.
  • Diversifikasi ekonomi dari minyak melalui peningkatan pendapatan non-minyak. Pendapatan non-minyak hanya 12% pada tahun 2015, sekarang mencapai 48% dari anggaran tahunan.
  • Meningkatkan aset Dana Publik Saudi (PIF) dari SAR 400 miliar menjadi SAR1,5 triliun. Dana ini dimaksudkan untuk menopang ekonomi Saudi di era pasca-minyak.
  • Mulai mengekspor mineral. Sebagaimana Arab Saudi cukup kaya dengan aluminium, emas, perak, tembaga, dan fosfat. Ini di antara kekayaan yang belum dimanfaatkan karena ketergantungan pada pendapatan minyak.
  • Memperkenalkan reformasi hak asasi manusia, seperti menghapus cambuk sebagai bentuk hukuman, mengurangi eksekusi hingga 85% dan mereformasi sistem peradilan.
  • Memberi perempuan hak hukum penuh, menghapus sistem perwalian laki-laki dalam hal diizinkan syari’ah, mencabut larangan mengemudi perempuan. Serta mendorong partisipasi perempuan dalam lapangan kerja, bersama dengan banyak reformasi hak-hak perempuan lainnya.
  • Meluncurkan proyek energi terbarukan yang bertujuan untuk memenuhi 50% kebutuhan listrik Arab Saudi pada tahun 2030. Arab Saudi memanfaatkan lokasi uniknya yang terpapar sinar matahari sepanjang tahun.
  • Meluncurkan mega proyek di Arab Saudi yang 100% didukung oleh energi terbarukan seperti NEOM, Kepulauan Laut Merah, dan Amaala. Ini adalah proyek pariwisata utama yang akan menjadikan Arab Saudi sebagai pusat wisata paling populer di Timur Tengah.
  • Mulai membangun pabrik bahan bakar hidrogen terbesar di dunia, dengan 100% tenaga dari energi terbarukan. Ini akan menjadikan Arab Saudi sebagai negara pengekspor energi bersih terbesar pada 2030.
  • Meluncurkan inisiatif Saudi Green yang bertujuan untuk menanam lebih dari 10 miliar pohon dalam sepuluh tahun, untuk memerangi perubahan iklim dan meningkatkan kelayakan huni kota.
  • Lokalisasi industri militer. Arab Saudi saat telah memproduksi kendaraan, persenjataan militer dan amunisi.

Di atas merupakan beberapa reformasi besar yang dilaksanakan dalam lima tahun terakhir.

Siapa pun yang tinggal di Arab Saudi akan merasa bahwa seluruh negeri berada dalam suasana pembangunan, di mana segalanya berubah dan ditingkatkan.

Ini benar-benar salah satu tahun terbaik yang dilihat Arab Saudi sejak penemuan minyak pada tahun 1938.

Ditulis oleh Areej Musaed, Penerjemah di Pertahanan Udara dan Rudal Arab Saudi (2020–sekarang).

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait