Beras Indonesia Diminati Importir Arab Saudi

  • 7 Oktober 2021
  • 152 views
Beras Indonesia Diminati Importir Arab Saudi

Sejumlah pelaku usaha Arab Saudi dari importir, wakil manajemen supermarket (hypermarket), pemilik usaha rumah makan dan toko grosir di Riyadh hadir dalam acara promosi beras Indonesia “Indonesia Rice Festival” di Hotel Hyatt Regency Riyadh, Rabu 6 Oktober 2021.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama KBRI Riyadh, PT Food Station (BUMD Pemprov DKI) dan PT Bulog Indonesia.

Undangan yang hadir melihat secara langsung produk beras unggulan Indonesia antara lain: IR 64 Melati Setra Ramos, Muncul Sego Pulen, Mentik Wangi, Sintanur, Beras Jasmine Bawor, dan Beras Merah.

Kepada para pengusaha ini disajikan hidangan khas Arabia dan Pakistan seperti nasi kabsah dan nasi biryani berbahan dasar beras Indonesia.

Hal ini untuk memberi edukasi kepada publik setempat ada pilihan beras Indonesia yang dapat dimasak dengan cita rasa lokal, selain beras jenis basmati yang mereka gunakan sehari-hari.

Selain promosi produk dan kuliner berbahan dasar beras Indonesia, kegiatan ini juga memadukan temu bisnis virtual antara pihak PT Food Station dan PT Bulog Indonesia, dengan importir Arab Saudi yang tertarik melakukan eksplorasi peluang bisnis produk dimaksud.

Dalam sesi temu bisnis, para importir menyatakan minatnya dengan langsung meminta harga penawaran, jumlah minimum order dan kemungkinan in-house branding dengan beras asal Indonesia.

Tahun 2020 Arab Saudi mengimpor beras sebesar 1,5 juta ton. Saat ini negara pemasok dan pengekspor terbesar beras ke Arab Saudi adalah India (1,2 juta ton), Pakistan (127ribu ton), USA (113 ribu ton), Vietnam (32ribu ton) dan Thailand (31ribu ton).

Apabila digabungkan, beras impor asal Vietnam dan Thailand sebesar 63ribu ton. Sementara itu, penduduk pengosumsi beras Asia di Arab Saudi adalah warganegara Indonesia, Filipina dan Malaysia dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa.

Dengan asumsi per orang mengonsumsi 150gr/hari, maka potensi konsumsi beras Asia adalah 76ribu ton per tahun.

Mengingat produksi beras Indonesia yang mengalami surplus di tahun 2020 sebanyak 4,64 juta ton, maka Arab Saudi menjadi salah satu potensi pasar besar bagi beras Indonesia.[]

Sumber: FB KBRI

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait