Madinah Senantiasa Di Hati: Sepanjang Jalan Diingatkan Berdzikir

  • 14 Oktober 2021
  • 577 views
Madinah Senantiasa Di Hati: Sepanjang Jalan Diingatkan Berdzikir

Alhamdulillah, setelah 12 jam perjalanan, akhirnya kami telah sampai di Madinah pagi tadi. Total perjalanan dari Madinah-Riyadh dan kembali ke Madinah lagi sejarak 1700 KM jauhnya.

Sepanjang perjalanan, saya menyadari apa yang membedakan antara jalan tol (express way) di Arab Saudi dan di Tanah Air. Di sini pemandangan sepanjang perjalanan dihiasi dengan gersangnya padang pasir, manakala di Tanah Air penuh dengan hijau pepohonan.

Sebab itu bila ada pelancong (turis) dari Arab datang ke tempat kita, mereka akan terkagum-kagum dengan keindahan pohon-pohon hijau di sepanjang jalan dan mengulang-ulang menuturkan “jannah… jannah..” (surga.. surga).

Namun demikian, apa yang menarik di sepanjang highway Madinah ke Riyadh, adalah peringatan untuk berzikir, bertakbir. Berzikir kepada Allah Ta’ala dan bersholawat kepada Rasulullah shollahu alaihi wa sallam. Papan tanda peringatan seperti ini terbentang sepanjang hampir 800 KM perjalanan.

Jika dibandingkan dengan tempat kita, penuh dengan iklan-iklan produk di sepanjang perjalanan, kadang-kadang iklan yang sama berulang-kali dari barat hingga timur Tanah Air.

Dan perbedaan yang terakhir tentunya adalah jalan bebas hambatan di sini tidak dipungut biaya seperti di tempat kita, alhamdulillah.

Saat sampai di Madinah, jika datang dari Riyadh, maka akan disambut dengan indahnya Masjid Quba di sisi kiri jalan. Seminggu berada di Riyadh saja, sungguh telah menuai rasa rindu yang membuncah terhadap Kota Rasulullah shollahu alaihi wa sallam.

Jika dibandingkan di tempat manapun di atas muka bumi ini, maka kota Mekah dan Madinah tentunya menjadi tempat yang paling dicintai, senantiasa ada di hati seorang muslim.

Tak terbayang suatu hari nanti jika terpaksa meninggalkannya, sekiranya sudah selesai menuntut ilmu di sini. Semoga masih ada peluang menziarahinya sesering mungkin, jika sudah pulang ke Tanah Air suatu hari nanti. Amin ya Rabbal ‘aalamiin.

*) Ditulis oleh Muhammad Luthfi bin Mohammad Masruh, Kota Rasulullah, Madinah Nabawiyyah. 7 Rabi’ul Awwal 1443 H, dengan perubahan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin

Konten Terkait