Wawancara Terbaru Menlu Saudi Dengan CNN: Sikap Arab Saudi Terhadap Israel Yang Selalu Dipelintir Media

Wawancara Terbaru Menlu Saudi Dengan CNN: Sikap Arab Saudi Terhadap Israel Yang Selalu Dipelintir Media

Isu Palestina yang masih terus berlanjut hingga hari ini, tidak merubah sikap Arab Saudi terhadap Israel. Berulang kali di berbagai media dan forum regional maupun internasional, Arab Saudi tetap kokoh tidak berubah.

Yaitu, mengharapkan perdamaian di Timur Tengah, meski menormalisasi hubungan dengan Israel, dengan syarat Palestina berdiri sebagai negara yang berdaulat sesuai batas 1967 dan memiliki ibukota al-Quds.

Gagasan perdamaian sejak puluhan tahun yang telah dilontarkan Arab Saudi seringkali diselewengkan maksud dan intinya.

Di antaranya media Palestina yang selalu diarahkan oleh pengkhianat di negara-negara Arab, oleh mereka yang membiayai secara finansial dan kesamaan arah politiknya.

Saat Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan diwawancarai CNN, media paltimeps mengutip surat kabar “Israel Today” memelintir perkataan Menlu Faisal.

Media tersebut menuding Menlu Faisal mengatakan bahwa Israel telah membantu stabilitas regional dan jalan menuju perdamaian di kawasan itu.

Pemelintiran semacam di atas bukan hal yang asing dilakukan oleh media dunia.

Untuk memperjelas apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan kepada CNN, berikut cuplikan terpentingnya:

Ditulis oleh: News Admin