Kicauan Buronan Sa’ad Al-Jabri di CBS News Di Saat MBS Pimpin KTT Middle East Green Initiative

Kicauan Buronan Sa’ad Al-Jabri di CBS News Di Saat MBS Pimpin KTT Middle East Green Initiative

Di saat Arab Saudi tengah merancang program penghijauan menjawab perubahan iklim global dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) memimpin  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Inisiatif “Timur Tengah Hijau,” Sa’ad Al-Jabri kembali muncul dalam wawancara 60 Minutes CBS News.

Saat MBS umumkan investasi 15% dari $10bn di Middle East Green Initiative, menawarkan solusi energi bersih untuk membantu kehidupan layak bagi lebih dari 750 juta orang di seluruh dunia, buronan kriminal di hari yang sama berbicara bak seorang pahlawan di CBS.

Ini tidak lebih sebagai kampanye bersama untuk mendiskreditkan & mencemarkan nama baik MBS. Tidak mengejutkan dan tidak ada yang baru, drama koruptor yang disponsori pihak-pihak anti Arab Saudi di Amerika Serikat, hanya daur ulang hasad dan kekuatirannya terhadap kemajuan Arab Saudi.

Rakyat Saudi tahu, Al-Jabri adalah pejabat yang dipecat dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sejak 2015. Di antara sebabnya, dia berkhianat dan menggelapkan dana penanggulangan terorisme sebesar 11 milyar dollar AS, serta memberikan izin perusahaan keluarganya untuk mengerjakan proyek Kemendagri Saudi dan pencucian uang.

BACA: Kupas Tuntas Berita Sindonews Tentang Al-Jabri vs MBS (Bag. 1)
BACA: Kupas Tuntas Berita Sindonews Tentang Al-Jabri vs MBS (Bag. 2)

Dalam wawancaranya, Al-Jabri menyampaikan informasi palsu seperti niat MBS membunuh Raja Abdullah dengan menggunakan cincin beracun berasal dari Rusia. Mendengar bualan Al-Jabri, netizen Saudi, seperti Meshall al-Dughaitsir, menanggapi:

“13 menit omong kosong yang paling boros. Seorang pengkhianat dengan mulut penuh omong kosong memutuskan untuk meminta bantuan AS ketika Kanada membekukan aset yang diperolehnya secara tidak sah. Sangat konyol, Miliaran di rekening banknya karena “dia melayani tiga Raja yang murah hati!

Dia kemudian menggunakan “cincin racun Rusia” cr * p untuk mengambil hati Amerika, meskipun semua tahu bahwa Raja Salman adalah pewaris tahta raja berikutnya.

Yang Mulia Pangeran MBS memiliki hubungan yang baik dengan Raja Abdullah; Bahkan, Raja Abdullah rahimahullah pernah mengatakan kepadanya setelah dia berbai’at, “Insya Allah, Anda akan memerintah tanah Anda”.

Hamad, netizen lainnya menulis: “Media ingin membuat semua propaganda melawan Arab Saudi ini oleh seorang penjahat dangkal, pencuri, yang seharusnya diadili di pengadilan karena kejahatannya mencuri miliaran dolar dan ingin bebas dengan itu.”

Abdulah Al-Ghamdi mencuit merespon ocehan Al-Jabiri: “Pencurian tidak pernah legal dimanapun kapanpun. Masalah Anda bukan dengan #MBS, tetapi itu dengan orang-orang Saudi, Anda mencuri perbendaharaan nasional mereka.”

Netizen lain mengungkapkan “haruskah saya percaya mata-mata yang melarikan diri dengan uang 11 miliar dolar, meninggalkan anak-anak dan keluarganya atau bersandar pada seorang pekerja keras yang mendorong revolusi besar yang menempatkan negara dan rakyatnya dalam keadaan yang kuat?

Wawancara dan informasi palsu di dalamnya, menambah loyalitas kami kepada para pemimpin kami. Pencuri Saad ini menceritakan kisah yang tidak benar. Dia hanya perlu mengatakan “Saya bersalah!!” Jika tidak, lalu mengapa dia melarikan diri!! Secara logika, 11 miliar dia mendapatkannya sebagai hadiah!?”

Sa’ad Al-Jabri, saat bersumpah sumpah setia kepada Kerajaan dengan nama Allah di hadapan Raja Salman
Sa’ad Al-Jabri, saat menuding bahwa Kerajaan mengancam jiwanya dan merengek meminta bantuan AS

Pembekuan Aset Adel Al-Jabri di Kanad
Pengadilan Tinggi Ontario pada hari Jumat memerintahkan pembekuan aset di seluruh dunia terhadap Jabri dan mengarahkannya untuk mengungkapkan asetnya secara publik atau menghadapi kemungkinan hukuman penjara, sebagaimana dokumen pengadilan yang iunggah The Wall Street Journal.

Pengadilan juga memerintahkan bank, firma hukum & akuntan di Kanada, Swiss, Turki, UEA, Inggris, dan AS untuk mengungkapkan catatan apa pun yang terkait dengan aset Tuan Jabri dan meminta bantuan yurisdiksi tersebut untuk penegakan perintah pengungkapan.

Gugatan itu diajukan di Toronto, tempat pelarian Aljabri. Pada hari pengajuannya, Sakab mendapat dua perintah dari hakim. Salah satu perintah Mareva, secara global membekukan aset Aljabri & terdakwa lainnya, termasuk anggota keluarganya sendiri. Dan yang kedua, the Norwich order.[]

Ditulis oleh: News Admin