Arab Saudi Kenyang Dibully Dan Didustakan: Mulai Dituding Memberontak Ottoman Hingga Anjing Di Dalam Masjidil Haram

Arab Saudi Kenyang Dibully Dan Didustakan: Mulai Dituding Memberontak Ottoman Hingga Anjing Di Dalam Masjidil Haram

Akhir-akhir ini redaksi Saudinesia banyak mendapat pesan pribadi dari pembaca portal web, liker FP, follower IG dan Twitter. Rata-rata isinya bertanya kebenaran berita yang akhir-akhir ini marak tersebar terkait Arab Saudi. Sebagian lainnya prejudice tergesa-gesa.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sejak berdirinya Kerajaan Arab Saudi pertama, yang dirintis duo Muhammad, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Amir Muhammad bin Su’ud, banyak sejarah yang dimanipulasi. Tudingan miring dilontarkan; Najd melakukan pemberontakan terhadap Dinasti ‘Utsmani.

Beberapa waktu kemudian, buku kecil Fitnah Al-Wahhabiyyah karya Ahmad Zaini Dahlan ditulis dengan penuh kejahilan dan kedustaan. Saat ini pun bermunculan buku-buku yang tidak lebih hanya mengulang kedustaaan, seperti Blood and Oil,” buku sampah yang menjijikkan, jauh dari amanah ilmiah.

Di era digital, pembenci Kerajaan Arab Saudi semakin mudah menyebarkan namimah. Bermodal rekayasa foto atau cuplikan video yang diserupakan dengan target Saudi, para nammam mengarang dan mendistorsi jauh dari fakta sebenarnya. 

Adapula dengan berkedok ceramah agama, Raja Arab Saudi dituding sebagai keturunan Yahudi. Yang lainya, media mainstream ramai menulis berita bak reportase standar dan memenuhi kode etik jurnalistik yang jujur, seimbang dan bisa dipertanggungjawabkan, ternyata tidak lebih baik daripada blog gratisan.

Media juga kerap melakukan pemelintiran kata, pemutarbalikkan berita, provokasi dan secara terang-terangan dengan kasar menulis sangat buruk terhadap Arab Saudi.

Serangan tidak berhenti di media massa, tetapi juga pemikiran. Para ustad salafi selama ini diidentikkan sebagai lulusan Arab Saudi, dituding penyebar paham radikal.

Ada lagi yang tidak pernah bosan, meski statemen resmi Saudi berulang-ulang disampaikan, tetapi sangat berharap Biladul Haramain menormalisasi hubungan dengan Israel.

Isu Jamal Khashoggi juga di antara dagangan media sebagai alat propaganda menjatuhkan Arab Saudi di mata dunia dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman secara khusus.

Viral Berita Saudi Selalu Bertepatan Dengan Event Yang Sedang Digagas Arab Saudi

Isu terakhir yang akhir-akhir ini viral adalah kabar Saudi yang membolehkan berbikini di pantai dan melakukan pergaulan bebas. Seperti biasa, sumbernya adalah media kafir seperti DW Arabic yang berbasis di Jerman atau AFP Prancis.

Setelah itu muncul lagi viral “Foto Anjing Bebas Berkeliaran di Masjidil Haram Mekah Arab Saudi.” Anehnya, yang dimunculkan foto di halaman, bukan di dalam Masjidil Haram Makkah; dua hal yang berbeda. Itupun jika benar foto bukan rekayasa.

Bagi warga Makkah dan jamaah yang berulang kali menziarahi Masjidil Haram, kejadian ini tidak akan dapat ditemui. Bagaimana mungkin terjadi, asykari dan petugas Haram ada di mana-mana dan tidak mengambil sikap?

Jikapun benar anjing tersebut berkeliaran di halaman Haram, dipastikan bukan hanya dua foto di atas yang beredar. Jamaah yang jumlahnya ratusan ribu di Haram, akan berkesempatan mengambil foto dari berbagai sudut selain video yang mudah direkam dari ponsel.

BACA: Kedengkian sebagian orang memanfaatkan ketidakpahaman sebagian lainnya untuk mempengaruhi dan mengajak kepada kebencian

Adapun terkait konser musik dan yang sejeninsya, isu ini sudah lama ada dan Saudinesia pun telah membahasnya. Sebagai contoh, kedatangan bintang rapper Amerika, Lil Wayne, pada bulan Desember 2019.

Dua tahun sebelumnya, Saudinesia juga telah menurunkan artikel “Pertunjukan Musik dan Bioskop di Arab Saudi.” Saudinesia juga menerbitkan artikel terkait konser-konser yang jelas maksiat yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin.

Tetapi mengapa tidak segaduh saat ini? Ada beberapa kemungkinan; Riyadh Season yang digelar kedua kalinya tahun ini dianggap paling banyak menarik massa hingga 250 ribu orang. Sebagian lainnya lagi mengaitkan dengan bertepatan bulan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada pula yang menyayangkan karena di Tanah Suci, padahal Tanah Haram jelas batas-batasnya di Makkah dan Madinah, bukan Riyadh.

Yang lainnya menganggap konser di Riyadh adalah kemaksiatan terbesar, kemunduran Arab Saudi, dan yang lebih tegas menyebut Arab kembali ke era jahiliyah.

Jika konser semalam saja dilabeli seperti di atas, bagaimana pula negara-negara muslim lainnya yang lebih dahsyat peristiwanya; wanita setengah telanjang, khamr bebas beredar, prostitusi dilegalkan, dugem di diskotek, dan seterusnya.

Dan itu semua terjadi setiap malam, setiap weekend, di negara di mana orang-orang berteriak lantang untuk Arab Saudi. Adakah yang lebih besar maksiatnya, kemunduran dan kembali ke jahiliyah dari yang terjadi di Riyadh dan terjadi di sekeliling terdekatnya?

Kemudian, tak kalah menariknya, media ramai mengutip ocehan seorang buronan kriminal saat wawancara di CBS untuk menjatuhkan martabat MBS.

Pemberitaan yang datang bertubi-tubi dalam waktu yang sangat dekat terjadi di saat MBS umumkan investasi 15% dari $10bn di Middle East Green Initiative, menawarkan solusi energi bersih untuk membantu kehidupan layak bagi lebih dari 750 juta orang di seluruh dunia.

Arab Saudi tengah menyiapkan masa depan dengan visi 2030 dan menargetkan netralitas nol pada tahun 2060, melalui pendekatan ekonomi sirkular terhadap karbon, sejalan dengan rencana pembangunan Arab Saudi.

Negara Islam dengan UUD-nya Al-Quran dan As-Sunnah, sebagai Khadimul Haramain, simbol dan kiblat umat Islam dunia, siapa yang tidak rela akan menjadi kekuatan yang paling berpengaruh di dunia?

Jawabannya, mereka yang telah diulas di atas dengan segala daya upaya, siasat dan propagandanya.[]

*) Disclaimer: Artikel ini bukan pembelaan terhadap kemaksiatan yang terjadi di Arab Saudi.

Ditulis oleh: News Admin