Mau Kuliah Di Madinah Tinggal Bareng Keluarga?

Mau Kuliah Di Madinah Tinggal Bareng Keluarga?

Mau Kuliah di Madinah & Tinggal Bareng Keluarga? Tidak sedikit dari mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang statusnya sudah menikah. Mungkin ada juga teman-teman yang sudah berkeluarga dan baru mau mendaftar di UIM.

Perlu diketahui, untuk bisa kuliah di Univeristas Islam Madinah (UIM), syaratnya tidak harus jomblo, yang sudah berkeluarga pun tetap bisa daftar.

Bahkan banyak juga mahasiswa UIM yang sudah berkeluarga bisa tinggal bersama istri dan anak di kota Nabi, tentu impian hampir semua orang, terutama mereka yang sudah mengetahui keutamaan kota madinah.

Jika antum tak sanggup tinggal jauh dari istri dan anak dalam waktu yang cukup lama selama kuliah di UIM, maka antum perlu tahu dan menyiapkan apa saja syarat-syarat untuk bisa tinggal bersama istri dan anak antum di Kota Nabi.

Proses mengajukan istri dan anak untuk bisa tinggal bersama di Madinah, biasa disebut dengan “Istiqdam“, berikut poin-poin paling pentingnya (peraturan tahun 2021):

  1. Minimal bisa mengajukan “Istiqdam” adalah ketika sudah S2 atau S3, atau telah melewati pembelajaran minimal selama 2 semester di S1 atau minimal semester 3.
  2. Nilai IPK dari semester-semester sebelumnya tidak boleh kurang dari 4 (IPK tertinggi di Saudi adalah 5, berbeda dengan Indonesia).
  3. Siap menanggung tiket pesawat PP Madinah – Jakarta untuk istri dan anak ketika liburan musim panas (Lebaran Idul Fitri), karena tiket PP yang diberikan secara gratis oleh pihak kampus hanya untuk mahasiswa.
  4. Siap membayar uang jaminan dengan total 30 ribu reyal (sekitar Rp 120 juta).
    – 12 ribu reyal bisa diambil SR 1.000/bulan selama 12 bulan untuk kebutuhan sehari-hari.
    – 18 ribu reyal sebagai jaminan selama keluarga tinggal di madinah, akan dikembalikan ketika lulus (Final Exit).

Kira-kira itulah yang paling perlu antum ketahui dan siapkan mulai dari sekarang jika memang ada niat untuk mengajak istri dan anak tinggal bersama di Kota Nabi ketika kuliah di Madinah nanti.

Syarat-syarat lainnya masih ada, tapi tidak harus mulai dipikirkan dari sekarang, seperti: berkelakuan baik, tidak pernah melakukan pelanggaran, berjanji untuk mengikuti aturan, dan lain-lain.

Tentu butuh pengorbanan dan perjuangan yang tidak mudah, terlebih yang sifatnya materi berupa jaminan lebih dari Rp 100 juta.

Tapi ketika sudah bisa tinggal bersama keluarga tercinta di kota Nabi, insya allah keringat dan lelah kita selama ini akan terobati dengan berbagai kenikmatan yang tak terhingga, di antaranya:

  • Berobat di rumah sakit kampus ataupun di berbagai rumah sakit lain dengan gratis, termasuk melahirkan juga gratis di beberapa rumah sakit. Padahal jika dihitung, biaya untuk melahirkan di Madinah sekitar 3-5 ribu reyal (Rp 12 juta – Rp 20 juta).
  • Berkesempatan mendapatkan apartment gratis yang disediakan oleh pihak kampus khusus untuk mahasiswa yg sudah berkeluarga. Jika dihitung biaya sewanya sekitar 8-10 ribu reyal/tahun atau sekitar Rp 32 – Rp 40 juta/tahun). Tetapi antum harus bersabar mengantri bertahun-tahun, karena yang mengajukan permohonan apartemen gratis jumlahnya sangat banyak.
  • Bisa shalat di Masjid Nabawi setiap hari, Kapanpun yang kita inginkan bersama istri & anak tercinta, yang pahala shalat di dalamnya lebih utama daripada sholat 1.000 kali di masjid lain selain Masjidil Haram Mekah.
  • Bisa bermunajat & berdoa dengan khusyu’ di Raudhah, taman di antara taman-taman surga yg terletak di antara rumah Rosul dan mimbar Beliau صلى الله عليه وسلم.
  • Bisa shalat di Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun oleh Rosul صلى الله عليه وسلم, yang barangsiapa bersuci dari rumah kemudian datang ke Masjid Quba & shalat di dalamnya, maka akan mendapatkan pahala umrah.
  • Bisa melaksanakan umrah berkali-kali bersama istri & keluarga tercinta tanpa harus keluar puluhan juta rupiah, salah satu ibadah yang pahalanya sangat agung dan menjadi impian bagi seluruh kaum muslimin di muka bumi.
  • Bisa menyaksikan Ka’bah secara langsung dengan mata kepala sendiri, bersama istri dan anak tercinta, yang mungkin selama ini hanya bisa melihatnya melalui gambar atau foto.
  • Bisa shalat, membaca al-Qur’an, berdoa & duduk bersama istri & anak tercinta di Masjidil Haram, masjid yang paling mulia di seluruh belahan bumi, yang pahala sholat di dalamnya lebih utama dari sholat 100 ribu kali di masjid lainnya.
  • Berkesempatan melaksanakan salah satu rukun Islam yang tidak semua orang bisa melaksanakannya, yaitu haji bersama istri tercinta, tanpa harus antri puluhan tahun lamanya.

Maasya Allah Tabaarakallah. Dan masih banyak lagi kenikmatan-kenimatan lainnya yang tak ternilai dengan rupiah, yang bisa jadi kenikmatan-kenikmatan tersebut merupakan impian dari jutaan umat muslim dari seluruh belahan dunia.

Semoga Allah anugerahkan kepada kita kesempatan untuk bisa mengunjungi kota Nabi Madinah & kota Makkah bersama dengan orang yang kita cintai.

*) Ditulis oleh Syauqiy Ahmad Labyb, Kota Nabi Madinah, KSA, dengan beberapa perubahan seperlunya.

Ditulis oleh: News Admin