Restoran dan Cafe Tumbuh Subur di Ibukota Riyadh: Tawaran Investasi Bagi Sektor Swasta

Restoran dan Cafe Tumbuh Subur di Ibukota Riyadh: Tawaran Investasi Bagi Sektor Swasta

Riyadh, Ibukota Arab Saudi bertambah luas dengan “kelahiran” 288 ribu meter persegi sejak 2016, saat Rencana Transformasi Nasional diumumkan.

Angka tersebut berdasar penelitian, “Ibukota Kerajaan mulai berubah menjadi harta karun pecinta kuliner dan kita belum selesai,” kata Faisal Durrani, Kepala Penelitian Timur Tengah di Knight Frank.

Pertumbuhan ini ditunjukkan dengan menjamurnya restoran dan kafe, dengan 68 persen gerai baru di Riyadh, dengan 21 persen di antaranya spesialisasi masakan internasional.

“Gerai makanan Amerika menyumbang 16 persen dari restoran makanan dan minuman, sementara restoran Lebanon adalah yang ketiga paling umum dengan 13 persen,” kata Durrani.

AS dan UEA masing-masing merupakan dua negara asal yang banyak membuka cabang restoran terbesar kedua dan ketiga di Riyadh, tambahnya.

“Merek internasional harus menyesuaikan proposisi mereka di seluruh spektrum untuk memenuhi permintaan, baik dari segi aspek operasional, serta penawaran menu itu sendiri,” kata Pedro Riberio, kepala penasihat ritel KSA di Knight Frank.

Ibukota Kerajaan akan mendapat manfaat lebih lanjut dari perkembangan pariwisata yang akan datang, termasuk the Bujairi Terrace dan Diriyah Gate, yang menurut laporan Knight Frank akan menambah 15.000 meter persegi ruang ritel gaya hidup ibu kota dengan 17 restorannya yang akan dibuka pada tahun 2022.

Di saat yang sama, Pemerintah Kota Riyadh memberikan peluang investasi kepada sektor swasta utuk membuat taman dan lapangan olahraga, menyelenggarakan acara rekreasi dan menyediakan restoran dan kafe di dalam taman lingkungan perumahan.[]

Ditulis oleh: News Admin