KTT Teluk: Stop Proksi Iran Yang Medestabilisasi Kawasan

KTT Teluk: Stop Proksi Iran Yang Medestabilisasi Kawasan

Arab Saudi mencari pendekatan serius untuk menangani program nuklir dan rudal Iran serta konsekuensinya bagi stabilitas kawasan, sebagaimana Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) katakan pada hari Selasa (14/12).

“Kerajaan menekankan pentingnya menangani secara serius dan efektif program nuklir dan rudal Iran dengan cara yang berkontribusi untuk mencapai keamanan dan stabilitas regional dan internasional,” kata Putra Mahkota pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Teluk tahunan di Riyadh.

“Ini juga menekankan prinsip-prinsip bertetangga yang baik, menghormati resolusi PBB, dan menyelamatkan kawasan dari semua kegiatan destabilisasi,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan juga menyebutkan pembicaraan Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditinggalkan, dengan mengatakan bahwa “sikap pantang menyerah” Teheran mengkhawatirkan.

Dia juga menyatakan keinginan Teluk untuk “kesepakatan nuklir yang panjang dan komprehensif dengan Iran,” agar negosiasi berhasil.

“Kami menginginkan hubungan alami dengan Iran dan itu tergantung padan kesepakatan nuklir,” kata Pangeran Faisal.

Dia juga menekankan bahwa negara-negara Teluk memantau dengan cermat kemajuan pembicaraan Wina dan menegaskan kembali sikap Teluk agar diikutsertakan di dalamnya.

Penutupan KTT mengeluarkan pernyataan mengutuk “kegiatan jahat” Iran di kawasan, khususnya dukungannya kepada milisi Houtsi Yaman yang digunakannya untuk menyerang Arab Saudi, sebagaimana kegiatan milisi Syiah lainnya di Irak, Lebanon, dan Suriah.

Negara-negara Teluk telah lama mengatakan bahwa Iran perlu menghentikan kegiatannya yang membuat kawasan tidak stabil dengan memberikan dukungan keuangan dan militer kepada jaringan milisi proksinya di seluruh Timur Tengah.[]

Ditulis oleh: News Admin