Duta Besar Iran Untuk Pemberontak Houtsi di Yaman Tewas Dibom Pesawat Saudi

Duta Besar Iran Untuk Pemberontak Houtsi di Yaman Tewas Dibom Pesawat Saudi

Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil ratakan pusat pelatihan, perumahan dan kantor milisi pemberontak Houtsi di dekat Bandara Shan’a dengan akurasi tinggi.

Sebagaimana diberitakan, dalam 24 jam terakhir, Pasukan Koalisi telah melakukan operasi udara terbesar dengan 40 serangan di Marib dan Al-Jawf, lebih dari 250 milisi tewas.

Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan kepada Al-Sharq, menyatakan bahwa koalisi yang dipimpinnya siap menerima pesawat bantuan untuk Yaman di bandara mana pun di Arab Saudi.

Penulis dan analis politik, Sulaiman Al-Aqili, mengungkapkan bahwa Duta Besar Iran untuk Yaman, Hussein Erlo, meninggalkan Sanaa dengan keadaan telah meninggal dunia.

Tubuhnya yang tak bernyawa dilarikan ke Iran termasuk bagian dari korban serangan udara koalisi ke lokasi-lokasi strategis milisi Houtsi di Ma’rib.

Dalam wawancara di televisi, Al-Aqili juga membantah pernyataan Iran yang menyatakan Erlo adalah bukan seorang tokoh militer. Al-Aqili dengan tegas menyebutkan bahwa dia adalah seorang militer di antara para perwira Pengawal Revolusi Iran, bukan politikus.

Pasca serangan tersebut, Arab Saudi mengizinkan mayat Erlo meninggalkan Shan’a untuk perjalanan melalui wilayah udara Saudi dengan mediasi Irak, sebagai bentuk rasa kemanusiaan Saudi.

Jurnalis yang mengkhususkan diri dalam urusan Iran, Masoud al-Fak juga membenarkan bahwa selama serangan dan pertempuran dengan Houtsi, Erlo terluka parah dan bahwa kematiannya adalah akibat dari luka-luka ini.

Bukti dan keterangan foto yang beredar dalam beberapa jam terakhir ini sekaligus membantah keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Zadeh yang mengumumkan kematian Hassan Erlo akibat terinfeksi virus Corona.

Dikabarkan, Menteri Pertahanan Houthi, Muhammad Nasser al-Atifi, juga tewas oleh serangan udara “Elang Saudi.”[]

Ditulis oleh: News Admin