Di Antara Nikmat Tinggal di Kota Madinah

Di Antara Nikmat Tinggal di Kota Madinah

Salah satu nikmat tinggal di Kota Madinah, kajian-kajian Ahlus Sunnah begitu semarak bersama para masyayikh kibar, bukan hanya sekedar di Masjid Nabawi, tetapi juga di masjid-masjid setiap komplekpun ada kajian Ahlussunnah wal Jamaah Salafiyyah.

Kajiannya adalah kajian khataman kitab, adapun tematik hanya sesekali. Ilmu yang hakiki itu didapatkan di majelis ulama bukan hanya dibangku kuliah.

Seringkali mahasiswa dijemput bus di asrama untuk ikut kajian, diberi makan ketika selesai kajian, dan diantar pulang ke asrama.

Serasa nikmat sekali bagi kami, karena pernah tinggal di negara yang lain tidak semarak ini kajian Ahlussunnah wal Jamaah. Harus bersusah payah untuk talaqqi bersama para ulama.

Tadi malam nikmat sekali bisa banyak mengambil faidah ilmu dari Syaikh Abdurrahman Ad-Dakhil Hafidzahullahu Ta’ala, salah satu menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah Ta’ala, mengaji kitab Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah karya mertua beliau.

Hakikatnya kitab ini berbicara tentang pembahasan aqidah secara umum, dari rukun iman sebagaimana hadist Jibril yang diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab. Hadits ini turun kepada Nabi pada akhir-akhir hayat beliau, tentunya di Kota Madinah.

Namun kitab ini lebih memperhatikan pembahasan asma wa sifat yang memang terjadi banyak penyimpangan di dalamnya, baik itu dari kalangan mumatstsilah (menyamakan Allah dengan makhluk), muharrifah (merubah makna tanpa dalil) ataupun muattilah (menolak adanya sifat Allah).

Ahlussunnah wal Jamaah dalam masalah asma wa sifat tidaklah berbicara kecuali adanya nash dari Al-Qur’an dan Sunnah, tidak melebihi dari itu. Tidak Sebagaimana ahli bid’ah yang seringkali menggunakan perasaan dan akal yang sangat terbatas, alih-alih ingin mensucikan Allah namun terjatuh ke dalam penyimpangan. Waliyadzubillah.

نسأل الله الهداية و الثبات على دين الله المتين

Abu Yusuf Akhmad Ja’far, Lc., Kota Madinah, 22 Jumadil Ula 1443 H.

Ditulis oleh: News Admin