Khadimul Haramain: Masalah Palestina Masih Menjadi Isu Sentral Arab dan Kaum Muslimin

Khadimul Haramain: Masalah Palestina Masih Menjadi Isu Sentral Arab dan Kaum Muslimin

Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdulaziz, Rabu (29/12) malam membuka secara resmi kerja tahun kedua sesi kedelapan Dewan Syura, dihadiri Pangeran Muhammad bin Salman, Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.

Raja Salman mengatakan: “Kami bersyukur kepada Allah bahwa Dia telah membimbing negara ini, sejak didirikan, untuk bekerja berdasarkan prinsip syura, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…”

Kemudian mengapresiasi hasil kerja Dewan Syura sekaligus mengungkapkan rasa bangga atas apa yang telah Allah anugerahkan untuk melayani dua Masjid Suci dan para dhuyuf rahman.

Raja Salman kembali menekankan bahwa masalah Palestina masih merupakan masalah penting bagi bangsa Arab dan kaum muslimin.

“Ini menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Kerajaan, karena Kerajaan tidak ragu-ragu atau menunda dalam mendukung saudara-saudara rakyat Palestina untuk memulihkan hak-hak mereka yang sah dan mendirikan negara Palestina mereka yang merdeka dan berdaulat di atas tanahnya, sebagaimana wilayah Palestina pada tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tegas Raja Salman.

Selanjutnya Raja Salman menyampaikan sikap Arab Saudi terkait Iran, “sangat prihatin atas kebijakan rezim Iran yang membuat keamanan dan stabilitas di kawasan, di antaranya pembentukan dan dukungan terhadap milisi sektarian dan bersenjata serta penyebaran secara sistematis kemampuan militernya di negara-negara kawasan, sekaligus kegagalan Iran untuk bekerja sama dengan komunitas internasional mengenai program nuklir dan pengembangan program misilnya.”

“Kami mengikuti dukungan rezim Iran untuk milisi teroris Houtsi, yang memperpanjang perang di Yaman, memperburuk krisis kemanusiaan di dalamnya, dan mengancam keamanan Kerajaan dan kawasan,” lebih lanjut Raja Salman yang menginginkan keamanan dan stabilitas Yaman segera pulih.

Khadimul Haramain mengungkapkan bahwa Saudi bekerja untuk membantu krisis kemanusiaan rakyat Yaman dan mendorong semua pihak untuk menerima solusi politik, guna memulihkan keamanan dan stabilitas Yaman dan menangkal ancaman terhadap Kerajaan dan kawasan.

Terkait Visi Kerajaan 2030, Raja Salam mengungkapkan telah dimulainya fase kedua yang mendorong roda pencapaian dan melanjutkan reformasi untuk memastikan kesejahteraan negara dan memastikan masa depan rakyatnya dengan menciptakan diversifikasi dan perekonomian yang kokoh menghadapi perubahan global.

Menurutnya, Strategi Investasi Nasional yang dicanangkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman, pada 11 Oktober lalu, merupakan salah satu strategi penting untuk mencapai tujuan Visi Kerajaan 2030, di mana investasi melebihi 12 triliun riyal akan dipompa ke ekonomi lokal hingga 2030.[]

Ditulis oleh: News Admin