Capaian Perlindungan WNI di KBRI Riyadh Tahun 2021

Capaian Perlindungan WNI di KBRI Riyadh Tahun 2021

Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia di sepanjang tahun 2021 tidak lantas membuat KBRI Riyadh mundur dalam memperjuangkan maupun memberikan pelindungan dan pelayanan optimal kepada para WNI yang hidup dan mencari nafkah di Arab Saudi.

Protecting (perlindungan) terhadap WNI di negara akreditasi merupakan salah satu tugas utama Perwakilan RI di luar negeri, termasuk KBRI Riyadh. Berbagai tugas pelayanan, perlindungan, maupun pendampingan terhadap masalah dan kasus WNI yang mayoritas merupakan PMI yand didominasi oleh pekerja domestik, terus dilakukan oleh KBRI Riyadh walaupun di tengah puncak pandemi.

Berbagai pembatasan akibat Wabah Corona yang terjadi justru menjadi tantangan dan lecutan bagi KBRI Riyadh untuk terus berinovasi agar tidak mengurangi kualitas kerja KBRI Riyadh.

Selama tahun 2021 KBRI Riyadh telah mencatatkan capaian yang tidak kecil dalam hal pelindungan dan pelayanan WNI/PMI lalu meski situasi sulit akibat pandemi, antara lain:

KBRI berhasil menangani WNI/PMI kasusnya berhasil membantu penyelesaian 1192 kasus PMI, dari 1747 kasus ditangani, baik yang berada di shelter KBRI atau dikenal dengan istilah RUHAMA (Rumah Singgah Harapan Mandiri), maupun mereka yang berada di luar penampungan.

Selama 2021 KBRI juga telah memberikan layanan test PCR Covid-19 gratis untuk 209 PMI kurang beruntung yang tidak memiliki identitas/iqamah.

Selain itu, KBRI berhasil dalam menyelamatkan hak-hak keuangan PMI senilai sekitar SAR 5,287 juta atau setara dengan Rp. 19,562 milyar berupa gaji yang awalnya tidak dibayar, uang diyat, serta asuransi yang berhasil diperjuangkan dan dicairkan.

Selanjutnya, KBRI telah memberikan bantuan dan pendampingan hukum bagi 14 WNI yang tersandung kasus ancaman pidana berat atau HPC (high profile cases) seperti kasus pembunuhan, sihir, dan lain-lain baik sebagai tertuduh maupun korban. Selain itu 148 WNI yang terkena hukuman penjara karena berbagai kasus kriminal di Saudi juga telah mendapat pendampingan dari KBRI.

Sebanyak 190 WNI yang meninggal dunia di Arab Saudi telah dibantu proses penanganannya oleh KBRI, baik dikuburkan di Arab Saudi maupun proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Akibat Pandemi terdapat banyak WNI yang mengalami kesulitan hidup dan terdampak secara ekonomi. Untuk itu KBRI telah menyalurkan bantuan sembako untuk mereka dengan jumlah penerima sebanyak 3040 orang.

Dari segi pelayanan Kekonsuleran, selama tahun 2021 KBRI telah mengeluarkan dan melegalisasi 12.351 dokumen kekonsuleran yang terdiri dari: Penerbitan paspor baru 48 halaman (11.041), Affidavit Fasilitasi Keimigrasian (49), Surat Perjalanan Laksana Paspor/SPLP (665), Surat Keterangan Jalan (100), Surat Keterangan Lahir (35), visit visa untuk WNA (9), dan Legalisasi Dokumen (451).[]

Sumber: FB KBRI Riyadh

Ditulis oleh: News Admin