Arab Saudi: Kasus Kritis Corona Jauh Lebih Sedikit Dari Sebelumnya, SD dan TK Siap Menerima Kehadiran Siswa Kembali

Arab Saudi: Kasus Kritis Corona Jauh Lebih Sedikit Dari Sebelumnya, SD dan TK Siap Menerima Kehadiran Siswa Kembali

Kementerian Kesehatan Arab Saudi memastikan jumlah kasus kritis terinfeksi virus Corona jauh lebih rendah dari sebelumnya, karena banyak warga dan ekspatriat telah mendapatkan tiga dosis, seperti yang ditunjukkan fluktuasi penurunan dalam kurva infeksi harian.

Dr Muhammad Al-Abd Al-Aali, Juru Bicara Kemenkes Saudi, menjelaskan bahwa meskipun jumlah yang terifeksi di seluruh dunia pada tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya, jumlah kasus kritis yang memerlukan perawatan kesehatan saat ini jauh lebih rendah, dengan perbedaan yang jelas dari sebelumnya, terutama di negara dan masyarakat yang telah menerima vaksin, termasuk dosis booster.

Al-Abd Al-Aali menjelaskan dalam konferensi pers mingguan (Senin, 17/1), saat ini merupakan tahap penting, yang menunjukkan kekebalan individu setelah mendapatkan dosis penerimaan, termasuk booster, membuat masyarakat lebih mendekati kembali ke kehidupan seperti semula sSebelum pandemi Corona.

Sebagian besar masyarakat di Arab Saudi telah memperoleh vaksin Corona dua dosis, ditambah dosis booster, yang mencapai lebih dari 5 juta orang.

Juru Bicara Kemenkes Saudi membenarkan bahwa ada penurunan kasus harian dan mencatat bahwa kadang-kadang ada fluktuasi.

“Kami optimis bahwa tahap ini akan diikuti oleh penurunan, kita akan beralih ke penurunan jumlah kasus harian, tetapi semua Ini diselesaikan dengan mengikuti tindakan pencegahan sejauh yang diperlukan, dan menyelesaikan dosis vaksin yang sesuai dengan kasus masing-masing individu,” jelasnya.

Al-Abd Al-Aali menegaskan kembali kemungkinan menerima dosis booster untuk kategori 16 tahun ke atas, sambil menekankan bahwa Arab Saudi tidak akan memberikan vaksin virus corona sampai setelah memastikan keselamatan, keamanan, dan persetujuan dari otoritas resmi.

Kemarin, Kementerian Kesehatan mengumumkan dimulainya kampanye kesadaran fase ketiga mengikuti perkembangan virus Corona, dengan tema “Kekebalan Kita Adalah Kehidupan.” Tema kampanye ini datang setelah “Kita semua bertanggung jawab” dan “Kami Kembali Dengan Hati-hati.”

Arab Saudi telah berhasil memberikan lebih dari 53 juta dan 882 ribu dosis vaksin Corona sejak dimulainya vaksinasi hingga kemarin (Ahad, 16/1), yang diberikan melalui lebih dari 587 lokasi vaksinasi di seluruh wilayah Kerajaan.

Sedangkan jumlah yang menerima vaksinasi dengan dosis tunggal mencapai lebih dari 25 juta dan 198 ribu orang. Dari populasi di Arab Saudi, persentase mereka mencapai 70,3 persen.

Sementara penerima dua dosis mencapai lebih dari 23 juta dan 459 ribu orang, lebih dari 66,3 persen, sebagaimana rilis terbaru. Sementara jumlah yang telah menerima dosis booster mencapai lebih dari 5 juta dan 195 ribu orang atau lebih dari 14 persen dair jumlah penduduk di Arab Saudi.

Selain itu, Dinas Pendidikan di Arab Saudi terus melakukan persiapan untuk menindaklanjuti implementasi keputusan kembali kehadiran siswa SD dan TK.

Komite khusus di seluruh wilayah mulai melakukan inspeksi untuk mengetahui kesiapan lebih dari 13.000 SD dan 4.800 TK, untuk menerima kehadiran siswa di sekolah dengan aman, serta menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan sekolah.

Dr. Hamad Al-Syaikh, Menteri Pendidikan Saudi, saat bertemu dengan Direktur Pendidikan, dia mengarahkan pentingnya persiapan psikologis bagi siswa, kesiapan untuk pemeliharaan dan kebersihan di sekolah, dan penerapan prosedur kesehatan yang disetujui oleh “Wiqayah.”

Kementerian Pendidikan juga telah menyiapkan lingkungan pendidikan yang sesuai, meningkatkan kemandirian finansial dengan menyediakan anggaran operasional untuk sekolah, memungkinkan departemen pendidikan di semua wilayah Kerajaan bekerja sesuai dengan tujuan mereka.

Perlu dicatat bahwa Kementerian Kesehatan pada hari Ahad (16/1) kemarin telah mengumumkan 5.477 kasus baru virus corona baru, dengan 3.405 kasus sembuh dan satu kematian.[]

Sumber: aawsat

Ditulis oleh: News Admin