Media Tentang MBS: Mengutip Sebagian Untuk Mendiskreditkan Dan Membuang Yang Inti

Media Tentang MBS: Mengutip Sebagian Untuk Mendiskreditkan Dan Membuang Yang Inti

Seperti diduga sebelumnya, media akan “menggoreng” wawancara Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) dengan majalah Amerika The Atlantic. Cara yang terus diulangi, baik oleh media mainstream anti Saudi maupun yang konon mengusung suara umat dan Islam.

Di antaranya men-high light tudingan klise sekaligus tanpa adab terhadap MBS, yang disebut sebagai “agen kerdil Amerika,” “rezim boneka,” sederet caci maki dan tuduhan tanpa argumen ilmiah, kecuali emosi yang lahir dari kebencian.

Setidaknya, Ini membuktikan perkataan MBS di wawancara yang sama; “Ketika Anda berbicara dengan mereka, mereka tidak akan terlihat sebagai ekstremis, tetapi mereka membawa Anda ke ekstremisme.”

Baca saja provokasi kebenciannya terhadap MBS dan Arab Saudi, di akhir paragraf tulisannya: “Sudah saatnya bagi para pemilik kekuatan, para pemimpin militer, dan tentara kaum Muslim untuk segera bangkit menumbangkan para pengkhianat ini, menghapus rezim-rezim yang diciptakan oleh kaum kafir penjajah….”

Jurnalis Abdusalam Aqel ketika membongkar niat buruk kanal berita Al-Jazeera mengungkapkan: “Kepada teman-teman dan kolega saya di Al-Jazeera, anggaplah bahwa kerajaan Arab Saudi runtuh, jatuh, dan berakhir. Anda tahu apa artinya runtuh dan jatuh, itu berarti kehancuran, kelaparan, kerusakan dan pembunuhan, jadi apakah ini yang Anda cari dengan channel Anda?”

Media Mainstream Yang Selalu Memframing Berita

Sebuah media nasional menulis: “Arab Saudi dengan musuh bebuyutan Israel, Iran, menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan beberapa putaran pembicaraan yang diselenggarakan oleh Irak.⁣”

Perhatikan gaya bahasanya yang bersayap tidak jelas “putaran pembicaraan” apa dan siapa, “oleh Irak?” Apakah media-media mainstream bermodal besar tidak pernah tahu statemen Raja Salman yang disampaikan di Majelis Umum PBB terhadap Israel jika ingin diakui dan berdamai?

Silahkan disimak apa yang diulang-ulangi oleh Arab Saudi terkait Israel dan Palestina:

Wawancara MBS Dengan Majalah Atlantic Terkait Israel

Atlantik: Perdana Menteri Israel baru saja melakukan kunjungan terbuka ke Abu Dhabi. Apakah menurut Anda Arab Saudi akan mengikuti beberapa negara Arab lainnya dalam menjalin hubungan terbuka, hubungan diplomatik dengan Israel?

Putra Mahkota: Well, kesepakatan antara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menyatakan bahwa tidak ada negara GCC yang akan melakukan tindakan apa pun —politik, keamanan, ekonomi— yang merugikan negara-negara GCC lainnya. Dan semua negara GCC telah berkomitmen untuk ini.

Terlepas dari itu, setiap negara memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, berdasarkan pandangan mereka, dan mereka memiliki hak penuh untuk melakukan apa pun yang menurut mereka berguna untuk UEA.

Bagi kami, kita berharap konflik antara Israel dan Palestina dapat diselesaikan. Kami tidak melihat Israel sebagai musuh, kami melihat mereka sebagai sekutu potensial, dengan banyak kepentingan yang dapat kami kejar bersama. Tapi kita harus memecahkan beberapa masalah sebelum kita sampai ke sana.

=== selesai kutipan wawancara ===

Kutipan wawancara di atas menjadi amunisi terbaru yang bisa ditembakkan kepada umat Islam khususnya, untuk semakin menghasud kebencian terhadap MBS dan Arab Saudi.

Perlu diketahui, usaha memburukkan Arab Saudi bukan hal baru dan tidak hanya kepada MBS, tetapi sejak berdirinya Arab Saudi pertama.

BACA: Arab Saudi Kenyang Dibully Dan Didustakan: Mulai Dituding Memberontak Ottoman Hingga Anjing Di Dalam Masjidil Haram
BACA: Sahabat Hoax, Sahabat Yahudi

Apa yang disampaikan MBS, terutama kalimat kunci “kami tidak melihat Israel sebagai musuh, kami melihat mereka sebagai sekutu potensial, dengan banyak kepentingan yang dapat kami kejar bersama.” tidak bisa dihilangkan awal dan akhir kalimat tersebut, sebelum dan sesudahnya.

MBS mengatakan sebelumnya, “bagi kami, kita berharap konflik antara Israel dan Palestina dapat diselesaikan.” Dan diulangi di akhir statemennya “tapi kita harus memecahkan beberapa masalah sebelum kita sampai ke sana.”

For us, we hope that the conflict between the Israelis and Palestinians is solved. We don’t look at Israel as an enemy, we look to them as a potential ally, with many interests that we can pursue together. But we have to solve some issues before we get to that.

Tetapi media seperti biasanya, memprovokasi netizen awam dengan menfokuskan hanya pada kata “sekutu potensial,” pesan yang ingin disampaikan bahwa MBS ingin menjadi “sekutu potensial” Israel bagaimana dan apapun, tanpa syarat.

Padahal berulang kali Arab Saudi memastikan bahwa Israel bisa diakui oleh Arab Saudi dengan syarat utama “memastikan bahwa rakyat Palestina mendapatkan hak-hak mereka yang sah di garis depan, dengan mendirikan negara merdeka dan al-Quds Timur sebagai ibukotanya.”

BACA: Wawancara Terbaru Menlu Saudi Dengan CNN: Sikap Arab Saudi Terhadap Israel Yang Selalu Dipelintir Media
BACA: Menteri Luar Negeri Liga Arab Tegaskan Kembali Solusi Untuk Palestina

Gaya menulis berita “clickbait” yang tidak utuh ini mudah memancing emosi netizen yang rata-rata tidak paham isu Palestina, baik dari sejarah hingga perkembangannya.

BACA: Indonesia dan Saudi Tidak Pernah Mengakui dan Tidak Ada Hubungan Diplomatik Dengan Israel
BACA: Syarat Saudi Damai Dengan Israel dan “Trio Penghancur” Palestina
BACA: Pangeran Bandar: Kami Bersama Palestina, Tetapi Tidak Bersama Pembohong, Munafik, Penipu dan “Penjual” Isu Palestina (1)
BACA: Siapa Sekutu Palestina Sesungguhnya? Iran? Atau Turki?

Media provokasi seperti yang dibahas di awal tulisan ini, akan sangat mudah mempengaruhi opini publik Indonesia, mengingat fakta dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

BACA: TEKNOLOGI Masyarakat Indonesia: Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos

Ditulis oleh: News Admin