Bagaimana Orang Arab Dulu Hidup Tanpa AC Selama Musim Panas Ekstrim

Bagaimana Orang Arab Dulu Hidup Tanpa AC Selama Musim Panas Ekstrim

Kalau musim panas, cuaca di Saudi sangat ekstrim, kadang mencapai lebih dari 50 derajat celcius.

Saat musim dingin, berkisar antara nol hingga 10 derajat. Ceesss. Dingin.

Bagaimana orang Arab dulu menghadapi cuaca seperti ini?

Jauharah, mbak-mbak pemandu tour di museum nasional Saudi cerita, “Dulu kakek-nenek kami hidup tanpa AC dan listrik. Sehari-hari mereka mengalami itu.”

Masih kata dia, “Sebelum tahun 60-an itu rumah-rumah gak pasang AC,”.

Penjelasan dari mbak tour guide ini masih menyisakan tanya pada saya,”Pakai cara apa orang Arab dulu bertahan dari panas dan dingin?.”

Beberapa hari kemudian saya melihat langsung model dan rumah tradisional orang Arab, dan baru paham kenapa mereka enjoy saja dengan cuaca yang ekstrim.

Rumah mereka, zaman dulu, terbuat dari tanah liat dicampur jerami. Bagian atap menggunakan kayu mirip pohon asam. Ukuran temboknya sangat tebal.

Pas masuk ke ruangan dalam rumah itu, terasa sejuk, padahal tidak ada AC yang terpasang.

Dr. Abdurrahman, pemilik rumah tua di daerah Majma’ah, mengatakan bahwa bangunan tradisional seperti ini kuat menahan panas dan dingin.

“Di dalam rumah ini cuaca tetap stabil. Saat musim panas, akan terasa sejuk. Begitupun saat musim dingin, gak terlalu dingin. Sedang-sedang saja,” kata beliau.

*) Dinukil dari laman FB Budi Marta Saudin

Ditulis oleh: News Admin