Yang Membedakan Ramadan di Arab Saudi Dengan Indonesia

Yang Membedakan Ramadan di Arab Saudi Dengan Indonesia

Arab Saudi telah menetapkan awal bulan 1 Ramadan 1443 pada hari Sabtu bertepatan dengan 2 April 2022, sementara pemerintah Indonesia memastikan hari Ahad, 3 April 2022 merupakan awal Ramadan.

Perbedaan penetapan ini sudah bukan hal baru, tetapi kerap terjadi. Ulama sejak lama telah bersepakat bahwa setiap wilayah bisa berbeda sesuai dengan kemungkinan rukyatul hilal dan rakyat harus mengikuti keputusan pemerintahnya masing-masing.

Penetapan waktu awal Ramadan tahun ini di antara hal yang berbeda antara Arab Saudi dan Indonesia, selain itu masih ada beberapa hal lain, di antaranya:

Restoran di Siang Hari

Di Arab Saudi tidak ditemukan restoran atau rumah makan buka pada siang hari selama bulan Ramadan. Tidak juga dijumpai ada restoran yang menutupi bagian depannya dengan kain, sementara pelanggannya makan di dalamnya.

Rumah makan akan buka di sore hari menjelang buka puasa, menawarkan hidangan pembuka (takjil) khas Timur Tengah. Bagi warga Indonesia, menu khas berbuka bisa memesan ke penjual online atau ke toko Indonesia yang menyediakan kolak pisang atau gorengan.

Marak Tempat Berbuka Puasa Gratis

Sebelum masa pandemi corona, banyak tenda-tenda didirikan di halaman masjid, lapangan terbuka atau di komplek perumahan yang warganya menyediakan buka bersama.

Warga asing yang bermukim di Arab Saudi sangat menikmati pelayanan buka bersama tersebut, yang saat ini disediakan di masjid dan pusat-pusat kegiatan Islam bagi warga asing (Islamic Cultural Center).

Adapun di Masjidil Haram, hamparan sufrah dibentangkan di dalam, halaman dan lokasi-lokasi yang telah ditetapkan untuk buka puasa bersama.

Di Masjid Nabawi Madinah, suasana saling berebut dengan menarik lengan setiap peziarah, demi untuk mengajak berbuka puasa di tempat yang disediakan.

Mereka yang menyediakan menu buka puasa ini adalah pemburu kebaikan yang berlipat-lipat di bulan Ramadan, berharap ajr min Allah.

Harga Diskon Menjelang Ramadan

Sejak satu bulan sebelum tibanya bulan Ramadan, pasar dan toko-toko swalayan menawarkan berbagai potongan harga untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Harga kebutuhan pokok menjadi lebih murah daripada biasanya, termasuk juga pakaian dan elektronik saling berlomba menawarkan diskon.

Hanya saja saat ini invasi Rusia ke Ukrania sedikit banyak berpengaruh terhadap beberapa harga bahan makanan yang banyak disuplai dari Rusia atau Ukraina.

Dua Imam Shalat Tarawih

Salah satu kebiasaan yang dipraktekkan di masjid-masjid di Arab Saudi adalah shalat tarawih dipimpin oleh 2 imam secara bergantian.

Imam pertama biasanya memimpin di 4 rakaat pertama, kemudian digantikan imam yang lebih senior untuk 4 rakaat terakhir dan 3 rakaat witir.

Waktu Shalat Isya Diakhirkan 1,5-2 Jam

Memasuki bulan Ramadan, waktu shalat Isya diundur hingga 1,5 – 2 jam setelah shalat Maghrib. Hal ini agar warga masyarakat yang menunaikan buka puasa memiliki waktu yang lapang sehingga tidak terburu-buru untuk shalat Isya.

Mushalla atau masjid pun menyesuaikan dengan lokasinya masing-masing. Masjid di area pasar atau pusat perbelanjaan biasanya tepat waktu tidak diundurkan shalat Isyanya, dan jarak antara adzan dengan iqamahnya juga berdekatan.

Berbeda di lingkungan perumahan yang bisa sampai 2 jam waktu shalat Isya diundur, serta waktu iqomah dari adzan bisa lebih lama.

Tidak Ada Seruan Sahur dan Takbir Keliling

Di masjid dan lingkungan perumahan Saudi, tidak ditemukan warga yang keliling seperti di Tanah Air, untuk mengingatkan waktu sahur. Demikian pula speaker masjid tidak digunakan untuk mengumumkan waktu imsak.

Demikian pula nanti di malam lebaran, tidak dijumpai takbir keliling seperti yang sering kita saksikan di jalanan kota dan desa di Indonesia.[]

Ditulis oleh: News Admin