Bahaya Penyalahgunaan Visa Ziarah Untuk Bekerja, Belajar dan Pergi Haji ke Arab Saudi

Bahaya Penyalahgunaan Visa Ziarah Untuk Bekerja, Belajar dan Pergi Haji ke Arab Saudi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh kembali mengingatkan warga Indonesia terkait penyalahgunaan visit visa (visa ziarah) yang dirilis oleh warga Saudi guna mengundang warga asing berkunjung ke negaranya.

Dalam rilis di laman resmi FB-nya, KBRI Riyadh menulis “tidak sedikit saudara kita yang tergiur dengan bujukan pihak tak bertanggung jawab di Indonesia, yang menawarkan pekerjaan di Arab Saudi…. tapi berangkatnya dengan Visa Ziarah?!”

Meskipun visa jenis ini bukan ilegal dan tidak masalah, tetapi menjadi bermasalah dan ilegal jika digunakan untuk tujuan bekerja, belajar, dan pergi haji.

KBRI Riyadh menjelaskan sederetan risiko yang siap menanti pengguna visa ziarah yang digunakan bukan semestinya seperti di atas, di ancamannya antaranya:

  • Tidak ada kontrak kerja, sehingga gaji hilang dengan mudah dan tidak dapat menuntut hak-hak ketenagakerjaan.
  • Tidak ada asuransi, akibatnya tidak memiliki akses untuk berobat di rumah sakit.
  • Tidak memiliki izin tinggal, kecuali waktunya yang sangat terbatas dan tidak bisa membuat rekening bank atau mendapatkan pelayanan dari pemerintah Saudi.
  • Akan mengalami kesulitan kembali ke Tanah Air jika visanya telah habis masa berlakunya. Akan menjalani masa detensi (penahanan) sebagai proses tarhil (deportasi).
  • Jika masa berlaku visa telah habis, maka beresiko menjadi overstayer, yang rentan dengan masalah hukum, penangkapan, dan masalah lainnya.
  • Ancaman denda imigrasi sebesar SR 15,000 saat akan akan kembali ke Indonesia.

Berikut infografis terkait yang dibagikan oleh KBRI Riyadh:

Ditulis oleh: admin