Mahakarya Teknologi dari Gurun

Mahakarya Teknologi dari Gurun

Tidak lengkap jika bicara pencapaian dan karya teknologi negeri gurun namun belum menampilkan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Thuwal, Arab Saudi. Kebetulan lokasinya hanya 50 menit perjalanan dari King Abdulaziz University kampus Rabigh.

KAUST berorientasi riset, fokus pada program Master dan PhD serta Postdoctoral. Baru berumur 13 tahun tapi prestasi dan impactnya luar biasa. Usia muda bukan alasan suatu institusi untuk tidak berbuat banyak.

Mari lihat profil dan pencapaian kampus ini.

KAUST secara resmi beroperasi tahun 2009 pada masa pemerintahan Raja Abdullah. Perancangan dan pembangunan telah dimulai sejak tahun 2006. Ketika itu proses rekrutmen staf akademik (dosen) dipegang sepenuhnya oleh Stanford University (USA).

Bagi yang lolos seleksi, otomatis menjadi Fellow Researcher di kampus Stanford University California sambil menunggu pembangunan infrastruktur KAUST selesai. Bisa dibayangkan betapa tinggi kualifikasi dan ketat persaingan menjadi akademisi di KAUST.

Tidak tanggung-tanggung, Presiden (Rektor) KAUST pertama adalah Profesor Shih Choon Fong, merupakan Presiden National University of Singapore (NUS) sebelum berkhidmat di KAUST.

Pada waktu itu NUS melejit masuk dalam jajaran Top 20 dunia (QS WUR) sehingga orang nomor satunya ditarik oleh pemerintah Arab Saudi.

Profesor Jean-Lou Chameau merupakan Presiden kedua KAUST, sebelumnya menjabat Provost dan Vice President California Institute of Technology (Caltech), salah satu institut teknologi terbaik dunia selain MIT.

Presiden ketiga dipegang oleh Profesor Tony F. Chan, beliau mantan Presiden Hongkong University of Science and Technology (HKUST), kampus peringkat 2 dunia dalam Top 50 Under 50 years (QS WUR 2021).

Pemerintah Arab Saudi paham betul bagaimana memilih pimpinan tertinggi (Presiden/Rektor) suatu Institusi Pendidikan Tinggi, karena dari sinilah kemajuan, prestasi dan reputasi dipertaruhkan.

Lalu apa prestasi dan karya teknologi yang dihasilkan oleh KAUST? Tentu bukan kaleng-kaleng.

KAUST telah menorehkan berbagai prestasi dan pencapaian sangat tinggi pada saat usianya belum genap 10 tahun. Ini data pencapaian KAUST yang disampaikan oleh seorang pejabat kampus pada KAUST-NSF Research Conference tahun 2017 lalu:

  • Publications: 10730
  • Invention Disclosures: 680
  • Patent Applications: 338
  • Patents: 87
  • Start-ups: 21

KAUST menduduki peringkat 1 dunia untuk jumlah sitasi per dosen (citations per faculty, QS WUR 2016 & 2017). Peringkat 6 dunia dalam daftar Global Top Ten Young Universities (Nature Index 2019).

Peringkat 19 dunia untuk kategori High Quality Research Output (Nature Index 2016). Selain itu, 14 staf akademik KAUST termasuk dalam daftar Highly Cited Researchers 2019 yang dirilis oleh Web of Science Group.

Akan panjang daftar ini jika dituliskan semua pencapaian KAUST. Kampus berlabel Arab-MIT ini bisa disebut mahakarya dari gurun. Ini juga menegaskan bahwa tidak benar penduduk gurun banyak cerita, tanpa karya teknologi.

Nah, negeri gurun yang dipersepsikan primitif oleh segelintir orang di Tanah Air, ternyata telah jauh melangkah dengan berbagai pencapaian dan karya kelas dunia.[]

#Catatan_dari_kampus_tepian_laut_merah, Anton Satria Prabuwono, Professor di King Abdulaziz University.

Ditulis oleh: News Admin