Banyak Yang Salah Paham: Tidak Ada Larangan Berpergian Dari Dan Ke Arab Saudi

Banyak Yang Salah Paham: Tidak Ada Larangan Berpergian Dari Dan Ke Arab Saudi

Dua hari terakhir beredar viral berita larangan melakukan perjalanan ke 16 negara karena kasus COVID-19. Larangan tersebut dirilis oleh Direktorat Jenderal Imigrasi (Jawazat), pada Sabtu (21/5).

Dalam bahasa Arab, larangan tersebut ditujukan kepada “mawathin” atau “citizen” dengan bahasa Inggris, yang artinya warga negara, yaitu warga Arab Saudi.

Adapun warga asing yang menetap di Saudi, biasa disebut sebagai “muqimin” atau “expatriates,” tidak termasuk dalam larangan tersebut.

Tetapi sebagian netizen sebagai warga asing yang menetap di Arab Saudi menanggap bahwa larangan tersebut termasuk dirinya, sehingga mengungkapkan kesedihannya tidak bisa melakukan cuti liburan ke Tanah Air.

Larangan tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, saat Jawazat Saudi merilis daftar negara yang dilarang didatangi oleh warga Saudi, baik langsung maupun tidak langsung dan penerbangannya yang masih ditangguhkan dari dan ke Arab Saudi.

Saat itu sebanyak 22 negara dunia masih dianggap tinggi tingkat penyebaran virus corona, termasuk di antaranya Indonesia.

Sementara larangan terbaru Jawazat bagi warga Saudi melakukan perjalanan saat ini ke Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Indonesia, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

Warga Saudi pun jika bepergian ke luar Kerajaan, disyaratkan telah menerima tiga dosis vaksin virus corona atau tidak melewati tiga bulan setelah mengambil dosis kedua vaksin.[]

Ditulis oleh: News Admin