Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dan Rejeki Nomplok Bagi Arab Saudi

Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dan Rejeki Nomplok Bagi Arab Saudi

Harga minyak dunia kembali naik pada hari Selasa (31/5), setelah para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan Senin malam untuk mengembargo 90% minyak mentah Rusia pada akhir tahun ini.

Selama jam perdagangan Asia pada Selasa kemarin, minyak mentah berjangka AS untuk Juli naik 2,81% menjadi $118,29, sementara minyak mentah Brent berjangka naik 0,93% menjadi $122,80 per barel.

Kontrak untuk Agustus juga naik, karena minyak mentah AS naik 2,84% menjadi $ 115,42, sementara minyak mentah Brent naik 1,17% menjadi $ 118,98 per barel.

Di saat yang sama, Rusia mengadopsi strategi untuk mengurangi produksi alih-alih melakukan kebijakan agar menurunkan harga dan mencapai pendapatan minyak yang ditargetkan.

Diperkirakan, harga minyak dapat mencapai level rekor tertinggi pasca Uni Eropa mengembargo minyak Rusia pada akhir 2022.

Teka-Teki Rejeki Nomplok Minyak Arab Saudi Terpecahkan

Dengan harga minyak mentah lebih dari $100 per barel dan produksi lebih dari 10 juta barel per hari, Arab Saudi berada di “sweet spot” yang langka.

Arab Saudi berhasil mencatatkan penghasilan sekitar $ 1 miliar dari ekspor minyak setiap hari, mencatatnya sebagai surplus anggaran pertamanya setelah hampir satu dekade dan yang pertama sejak di bawah kendali Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan mengatakan saat ini surplus akan diakumulasikan di rekening giro pemerintah yang disimpan di bank sentral hingga akhir tahun.

Setelah itu, akan digunakan untuk mengisi kembali cadangan mata uang asing dengan potensi tambahan yang ditransfer ke dana kekayaan negara – termasuk Dana Investasi Publik yang menjadi mesin utama investasi negara dalam ekonomi domestik.

Ini adalah bagian penting dari rencana Pangeran Mohammed untuk memutus siklus boom-bust yang melanda Arab Saudi di masa lalu.

Surplus anggaran sebelumnya dihabiskan untuk gaji sektor publik, proyek infrastruktur besar, dan sebagian besar dimasukkan ke dalam investasi dengan hasil rendah tetapi aman seperti perbendaharaan AS.[]

Sumber: Al-Marsad, Bloomberg

Ditulis oleh: News Admin